Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Tahu Jeletot Taisi, dari Teras Rumah hingga Punya 600 Mitra di Pulau Jawa

Kompas.com, 8 November 2023, 11:05 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Gorengan menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Selain murah, gorengan juga memiliki tekstur krispi dan mudah didapatkan.

Peluang ini dimanfaatkan oleh Rosie Pakpahan, untuk menjalankan usaha gorengan Tahu Jeletot Taisi sejak Februari 2012.

“Saya menjalankan usaha ini sejak masih menjadi karyawan BUMN dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona aman dan beralih menjalankan bisnis,” ungkap Rosie saat ditemui Kompas.com di pameran IFBC 2023 beberapa saat lalu.

Baca juga: Ketahui 3 Tipe Franchise yang Harus Dihindari Pelaku Usaha

Rosie memilih usaha gorengan, karena dulu saat masih menjadi karyawan ia sering membeli gorengan setiap jam 3 sore untuk melawan rasa kantuk.

“Terpikirlah oleh saya sepertinya bisnis gorengan berpeluang besar, karena semua orang pasti suka gorengan. Bertepatan pada saat tahun 2012 sedang populer tahu pedas. Lalu saya mulai usaha ini dari berjualan di teras rumah” tuturnya.

Putuskan Pensiun Dini

Sebelum memilih usaha Tahu Jeletot Taisi, Rosie sudah pernah menjalankan berbagai bisnis, seperti usaha sepatu di Blok M, fotokopi, aksesoris handphone, percetakan buku, dan menjadi reseller bisnis gorengan.

“Semuanya bangkrut karena bahan baku tidak terpenuhi dan pemasok tidak dapat menyediakannya untuk kita. Selain itu, sepatu, alat tulis kantor, aksesoris handphone tidak setiap hari dibutuhkan konsumen. Jadi terlintaslah untuk memulai usaha gorengan,” cerita Rosie.

Baca juga: 3 Strategi Marketing untuk Meningkatkan Omzet, Salah Satunya Upselling

Berawal Dari Teras Rumah

Awalnya Rosie menjalankan usaha Tahu Jeletot Taisi di teras rumah, saat masih menjadi karyawan BUMN.

Ia bahkan sempat menggadaikan motor dan meminjam uang kepada mantan atasannya untuk tambahan modal usaha.

Hingga akhirnya, di tahun 2013 saat ia merasa usaha tahu jeletotnya sudah stabil, Rosie memutuskan pensiun dini dan fokus mengurus bisnisnya.

“Saya sampai “sekolahin” motor Supra fit saya seharga Rp 3 juta untuk modal membeli bahan baku, tapi tidak cukup. Akhirnya saya memberanikan diri bertemu dengan mantan bos sewaktu saya bekerja. Saya diberikan Rp 10 juta untuk memulai bisnis tahu ini,” ungkap Rosie.

“Bermodalkan Rp 10 juta, saya gunakan untuk membeli gerobak, bahan baku, dan perabotan untuk memulai usaha ini,” lanjutnya.

Harga Bahan Baku Tidak Stabil

Dalam menjalankan usaha Tahu Jeletot Taisi, Rosie mengaku menghadapi berbagai macam kesulitan, khususnya pada bahan baku.

“Bahan baku yang kita gunakan seperti cabai, kol, wortel, dan kacang kedelai tidak pernah stabil harganya. Apalagi harga cabai yang melonjak drastis, sedangkan kita sekali produksi itu menggunakan 100 kg cabai rawit setan,” jelasnya.

Ketidakstabilan bahan baku dapat menjadi bumerang bagi Rosie dalam menjalankan usaha ini. Untuk itu, dia mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan stok bahan baku.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Pensiunan Saat Merintis Bisnis, Apa Saja?

Sudah Ada 600 Mitra di Pulau Jawa

Lebih lanjut Rosie mengatakan, timnya mampu memproduksi sekitar 500 ribu pcs tahu dalam sehari.

Ia mematok harga Rp 3 ribu per pcs tahu untuk konsumen, sedangkan untuk mitra harganya Rp 1.600 per pcs tahu.

Produk Tahu Jeletot Taisi saat pameran IFBC 2023 di ICE BSD pada Jum'at (3/11/2023)Nur Wahyu Pratama Produk Tahu Jeletot Taisi saat pameran IFBC 2023 di ICE BSD pada Jum'at (3/11/2023)

Baca juga: 7 Tips Sukses Menjual Produk bagi Pelaku Usaha

Sebagai upaya untuk menjadi usaha olahan tahu nomor satu di dunia, kini sudah ada 600 mitra Tahu Jeletot Taisi yang tersebar di JABODETABEK, Jawa Barat, dan sekitar pulau Jawa.

“Saat ini kita masih berfokus ke pulau Jawa saja, untuk di luar pulau Jawa belum ada,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau