Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peluangnya Menjanjikan, Begini Untung Rugi Bisnis Jastip

Kompas.com - 12/11/2023, 09:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

5. Menambah Pengalaman

Bukan hanya semakin banyak relasi yang terjalin, bisnis ini juga akan membuat Anda mendapatkan banyak pengalaman menarik. Hal ini sangat penting, terutama jika Anda ingin menekuni bisnis Jastip ini dengan serius kedepannya. Bukan hanya jalan-jalan sambil hasilkan keuntungan, melainkan juga membuka jasa titip secara serius.

Baca juga: Mau Bisnis Jastip Lancar dan Gak Diciduk Bea Cukai? Jangan Curang Kayak Gini Ruginya Bisnis Jasa Jastip

Sama seperti lini bisnis lainnya, sekalipun banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari jastip. Namun, bisnis ini juga memiliki beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan.

Kerugian Jastip

1. Waktu Liburan Jadi Kurang Maksimal

Ketika membuka jasa ini saat traveling, otomatis waktu liburan akan terganggu bahkan sering kali jadi kurang maksimal. Liburan yang biasanya full untuk bersenang-senang, kini harus terganggu karena harus mencari barang-barang pesanan klien.

Itenerary perjalanan pun bisa sedikit berantakan, apalagi jika tempat wisata yang ingin dikunjungi tidak searah dengan toko tujuan. Solusinya Anda bisa menyebutkan secara spesifik lokasi traveling dan barang-barang apa saja yang bisa dibeli disana.

Misalnya ketika ingin pergi ke Labuan Bajo, promosikan jenis barang apa saja yang bisa titip beli disana. Kalau lokasi wisatanya di luar negeri, sebutkan secara spesifik negara dan kota apa yang akan dikunjungi.

Solusi lainnya bisa buka jasa jastip full, alias tanpa selingan traveling. Jadi, fokusnya memang untuk membelikan barang-barang titipan konsumen saja bukan jalan-jalan.

2. Harus Paham Tempat Terbaik untuk Belanja Titipan

Jastip lebih cocok untuk orang yang suka berpergian dan memiliki pengalaman berbelanja yang baik. Bagaimanapun juga, tugas utamanya adalah membeli barang yang diinginkan klien. Barang-barang unik dan langka biasanya membutuhkan tenaga ekstra untuk mendapatkannya.

Dalam hal ini, Anda tentunya harus tahu tempat mana saja yang menjual barang tersebut dan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Beberapa jenis barang branded juga tidak bisa dibeli sembarangan, jadi pastikan Anda memahami soal produk apa yang akan dibeli lebih dulu sebelum terima pesanan.

3. Menguras Tenaga

Mengelola bisnis jastip tentunya sangat menguras tenaga, terutama jika bisnis sedang ramai dan banyak klien yang harus di-handle dalam satu waktu. Anda perlu memiliki manajemen waktu yang baik dan mampu mengatur semua pesanan dengan efisien.

Pertimbangkan juga kondisi fisik mengingat Anda harus membawa banyak barang nantinya yang pasti cukup berat. Jumlah koper yang seharusnya cukup satu pun jadi lebih banyak.

4. Risiko Kena Tipu Konsumen Hingga Barang Rusak Saat Perjalanan

Selama proses bawa barang atau pengiriman ke konsumen, resiko barang rusak selalu ada. Hal ini bisa membuat seller merugi karena konsumen tentunya tak akan mau menerima barang yang kondisinya rusak. Selain itu, ada juga beberapa konsumen nakal yang suka buat pesanan fake.

5. Risiko Salah Perhitungan

Kesalahan perhitungan biaya atau harga produk bisa sangat merugikan. Selain biaya jasa, tentu saja ada beberapa biaya lain yang perlu diperhitungkan, apalagi yang dari luar negeri.

Perhatikan regulasi soal pembelian barang, terlebih dari luar negeri, terutama menyangkut bea cukai, PPN, PPh, dan sejenisnya.

Sama halnya seperti bisnis lainnya, menjalankan bisnis jastip juga perlu persiapan yang matang. Selain itu, juga harus mempertimbangkan untung ruginya dengan cermat. Agar bisnis yang dirintis bisa menghasilkan cuan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ulasan terkait untuk rugi bisnis Jastip di atas bisa dijadikan sebagai referensi untuk mempelajari peluangnya. Dengan begitu, Anda bisa lebih cermat dalam memperhitungkan segala kemungkinan yang ada.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau