Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Scale Up Bisnis, Networking Salah Satu Cara Tanpa Modal yang Bisa Dicoba

Kompas.com, 12 Desember 2023, 19:46 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Setiap pengusaha Indonesia, salah satunya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pastinya ingin bisnis yang dijalankan bisa tumbuh dan berkembang.

Menurut Small Business Association, dari 10 bisnis hanya ada dua hingga tiga bisnis yang bisa bertahan sampai lebih dari lima tahun. Bisnis yang bertahan ini juga belum tentu mampu tumbuh dan berkembang.

Hal ini karena, ada banyak penyebab bisnis gagal tumbuh diantaranya karena kurangnya memahami pasar, kekurangan modal, salah merekrut karyawan, dan salah manajerial.

Baca juga: 8 Cara Bisnis Pakaian Brand Sendiri

Oleh karena itu, jika bisnis mengalami stagnasi (perlambatan) pertumbuhan, para owner harus segera mengambil tindakan seperti mengikuti workshop.

Scale Up 2.0 merupakan wadah bagi para owner bisnis yang memiliki gairah berwirausaha untuk menumbuhkan bisnisnya hingga bisa naik level.

Acara ini diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 10 Desember 2023 di Hotel Garden Inn Taman Palem, Jakarta Barat dengan tema Prepare Your Exponential Growth in 2024.

Scale Up 2.0 dihadiri oleh 80 pebisnis yang hadir secara offline dan terdapat 40 owner yang hadir secara online, serta empat pembicara ulung, seperti Ignasius Jonan, Adythia Pratama, Rindi Allorerung, dan Alfan Robbani.

Baca juga: UMKM Harus Buat NIB, Gratis dan Cuma 5-10 Menit Lewat OSS Indonesia

Ignasius Jonan selaku mantan Menteri Perhubungan dan juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia 2014-2016 mengatakan, bisnis pasti butuh kesabaran besar karena perjuangannya juga lebih besar.

“Kalau kita mau scale up, ibarat naik tangga. Tangga ke satu hingga ke dua itu mungkin masih ringan, tapi untuk menuju tangga selanjutnya yang lebih tinggi pasti langkah kita lebih berat,” lanjut Ignasius Jonan, Selasa (12/12/2023).

Sementara itu, Adythia Pratama, Guerilla Marketing Strategist dan IPO Consultant mengatakan, scale up itu bukan lagi tentang bertambah banyak cabang, menaikkan omzet, dan lebih banyak karyawan. Scale up juga berbicara berbicara tentang marketing.

Baca juga: Simak Strategi Memulai Usaha Toko Oleh-oleh

“Pelaku Bisnis dan UMKM seharusnya jangan pisahkan antara networking dengan marketing. Misalnya bisnismu diadu dengan kompetitor yang tidak punya relasi pasti kamu yang punya relasi akan menang, tapi bagaimana kalau kamu dan kompetitor sama-sama memiliki relasi yang luas? Pasti hanya perang harga, karenanya bisnismu harus mempunyai positioning yang kuat,”.

Hal itu disampaikan oleh Adythia Pratama saat menjadi narasumber pada acara Scale Up 2.0 di Hotel Garden Inn Taman Palem, Jakarta Barat pada Minggu (10/12/2023).

“Networking itu sangat penting untuk pelaku UMKM, justru UMKM jangan hanya mengandalkan strategi marketing biasa saja. Networking justru membantu scaling up bisnis UMKM tanpa menggunakan modal,” ujar Adythia Pratama

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau