Pendistribusian Sookie saat ini masih dalam tahap pengembangan. Dimas tengah berupaya agar distribusi Sookie dpat menggapai pasar yang lebih luas dari pasar yang telah ada saat ini.
Membangun citra merek dagang di pasaran atau mem-branding produknya adalah salah satu prioritas yang kini tengah digarap Dimas, seperti halnya pendistribusian yang merata.
“Dalam branding, yang pertama kita harus mengenali target market. Setelahnya diiringi dengan inovasi produk, pengemasan dan distribusi,” kata Dimas.
“Saat ini saya sedang fokuskan untuk promosi dan distribusi Sookie," timpalnya lagi.
Sampai sejauh ini, Sookie telah dipercaya untuk menjalin kerjasama dengan bisnis lainnya seperti kedai kopi, dengan menyuplai kebutuhan kukis di masing-masing gerai.
Baca juga: Cerita Tono Merintis Bisnis Keripik ChipsyChips hingga Ekspor ke Kanada
Tidak hanya mengisi etalase di kedai kopi, Sookie juga sering menerima pesanan besar untuk berbagai acara kantor.
“Kami sering menerima pesanan dalam jumlah besar, dan biasanya sehari sebelumnya akan kami produksi. Sehingga keesokan paginya kami dapat mendistribusikannya langsung kepada pemesan,” pungkas Dimas.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.