Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Mengatur Stok untuk Bisnis Pakaian

Kompas.com - 12/01/2024, 14:07 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Saat ini sudah banyak tersedia aplikasi atau software yang akan membantu memudahkan proses pencatatan data. Mulai dari data stok, keuangan, proses produksi, maupun pemasaran sesuai data yang dibutuhkan.

5. Perhatikan Kapasitas Produksi

Dalam mengelola stok di bisnis pakaian perlu mengaturnya sesuai kapasitas produksi, dalam hal ini para penjahit. Hal tersebut perlu diperhatikan, sebab ada resiko kerugian secara finansial (financial loss) yang mengintai.

Sebagai contoh, jika tenaga penjahit yang dimiliki bisa memproduksi pakaian hingga 150 pieces per minggu. Ada baiknya stok yang dimiliki tidak melebihi kapasitas kerja dari para penjahit.

Pasalnya, ketika stok yang disediakan terlambat diproduksi oleh para penjahit, maka kemungkinan besar bahan tersebut bisa menumpuk semakin lama di gudang. Kondisi ini bisa menimbulkan biaya tak terduga untuk tambahan sewa gudang.

6. Mengikuti Tren Permintaan Pasar

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting dalam mengelola stok di bisnis pakain adalah mengikuti tren atau permintaan pasar. Pakaian dengan bahan tertentu bisa saja sangat digemari atau ngetren selama beberapa waktu hingga akhirnya mulai digeser tren baru.

Dalam bisnis pakaian, stok harus selalu ada dan siap digunakan. Sebagai pelaku bisnis pakaian, pastikan untuk lebih jeli dan cermat dalam membaca tren, terutama memprediksi market demand atau permintaan pasar. Hal ini supaya bisa mendukung bisnis pakaian untuk terus berkelanjutan.

Mengelola stok dengan langkah yang tepat bisa menunjang keberlangsungan bisnis, terutama bisnis pakaian. Selain lebih terorganisir dengan baik, pengelolaan stok bahan juga akan membantu mengurangi kerugian dalam bisnis.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau