Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Manajemen Stok Produk Bisnis

Kompas.com, 11 Maret 2024, 11:29 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Sebagai pelaku bisnis, tentunya manajemen stok produk bukan lagi sesuatu hal yang asing. Namun demikian, masih banyak yang belum paham bagaimana menjalankan bisnis ketika stok produk menipis?

Inilah alasannya, Anda perlu manajemen stok produk untuk membantu mengatur jumlah stok produk yang tersedia dan penyimpanannya. Selain itu, ada pula yang tak kalah penting yakni pendataan produk. Hal ini meliputi jumlah produk keluar, penambahan produk dan sisa stok yang masih ada.

Dengan menerapkan manajemen stok produk, bisnis jualan yang dilakukan bisa berjalan secara akurat dan teratur, sehingga bisnis yang dijalankan mampu berjalan dengan baik sesuai rencana dan target yang sudah dibuat.

Ingin tahu bagaimana caranya menerapkan manajemen stok produk agar tak sampai kehabisan? Simak beberapa tips berikut ini agar stok produk dalam bisnis online tetap aman yang dilansir dari Cermati.com, antara lain:

1. Tentukan Jumlah Minimum untuk Stok Produk

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk menerapkan manajemen stok produk adalah dengan menentukan jumlah stok produk minimum. Ini merupakan jumlah stok barang yang harus selalu tersedia di gudang. Ketika stok produk sudah mendekati jumlah minimal, maka Anda bisa segera melakukan pemesanan atau memproduksinya kembali.

Pastikan untuk menyesuaikan jumlah stok minimal dan kecepatan penjualan produk tersebut. Serta jangan lupa untuk mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan jumlah stok produk ke jumlah minimum yang sudah ditentukan. Sehingga, hal ini bisa mengurangi risiko overselling.

2. Keluarkan Lebih Dulu Stok Produk yang Lama

Dalam manajemen stok produk ada satu prinsip yang cukup penting untuk dipahami, yakni FIFO atau first in first out. Ini merupakan sebuah prinsip memprioritaskan stok produk yang lama untuk dikeluarkan atau dijual terlebih dulu.

Sehingga, produk yang sudah masuk ke gudang lebih dulu bisa segera keluar dan tidak tertumpuk dengan produk yang baru masuk. Karena jika dibiarkan, bisa menyebabkan bisnis merugi akibat kerusakan pada produk yang sudah masuk lebih dulu.

Prinsip ini sangat cocok untuk diterapkan dalam bisnis jual beli produk yang masa penyimpanannya singkat, contohnya seperti makanan, minuman dan lain sebagainya.

Dengan mengeluarkan barang pertama yang masuk ke gudang lebih dulu, maka bisa menekan segala risiko terburuk. Termasuk kerusakan produk hingga kerugian lainnya di masa mendatang.

3. Mempererat Hubungan Kerjasama dengan Supplier

Kerjasama dengan supplier yang terjalin dengan baik bisa menjadi rahasia sukses dalam mengoptimalkan stok produk. Hal ini karena hubungan kerjasama yang baik bersama supplier bisa memberikan dampak positif untuk pelaku bisnis.

Mulai dari pengiriman produk yang lebih tepat waktu, harga yang lebih kompetitif hingga memberikan berbagai penawaran menarik secara khusus. Inilah mengapa, menjaga hubungan kerjasama dengan para supplier tak boleh dianggap sepele.

Baca juga: Inilah Strategi Marketing Kekinian yang Wajib Dilakukan Setiap Pebisnis agar Bisnis Semakin Melejit

4. Terapkan Metode Analisis ABC

Ini merupakan salah satu metode dalam pengelolaan persediaan produk yang dilakukan untuk mengatur sejumlah kecil produk. Meskipun demikian, metode ini tetap memiliki nilai investasi cukup tinggi.

Pasalnya, ada beberapa produk yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan dengan produk lainnya. Metode analisis ABC ini bisa digunakan dengan melihat daftar barang dan memasukkannya ke dalam tiga kategori berbeda.

Misalnya, A untuk produk dengan nilai tinggi tapi tingkat penjualannya rendah, B untuk produk dengan nilai menengah dan tingkat penjualannya menengah, dan C untuk produk dengan nilai rendah tapi tingkat penjualannya tinggi.

5. Menyiapkan Data Secara Akurat

Agar manajemen stok produk bisa terkelola dengan tepat dan maksimal, Anda diharuskan memiliki data yang juga akurat.

Untuk itu, Anda perlu menyiapkan tenaga secara khusus yang nantinya akan bertanggung jawab penuh atas pencatatan stok produk yang ada di gudang. Mulai dari stok barang yang masuk, barang yang keluar hingga barang yang masih tersisa di gudang.

Pencatatan tersebut bisa dilakukan menggunakan program pendukung, supaya lebih cepat dan hasilnya pun lebih akurat. Ketika data stok barang yang Anda miliki tepat dan akurat, ini akan mempermudah pekerjaan. Terutama untuk membantu membuat perkiraan kebutuhan produk hingga target penjualan dalam periode tertentu.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau