Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Tio Sujinata, Padukan Bisnis Kriya dengan Coffee Shop

Kompas.com - 14/03/2024, 17:00 WIB
Alfiana Rosyidah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Craftote adalah salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang membuat kerajinan tangan dengan menggunakan bahan dari alam. Craftote juga membangun coffee shop sebagai tempat pemasaran produknya. 

Saat diwawancara oleh Kompas.com pada Kamis (7/3/2024), Tio Sujinata (50) menceritakan latar belakang bisnis Craftote miliknya. Kemudian, ia juga menjelaskan berbagai macam bahan alam yang digunakan untuk membuat produk kriya tersebut. 

Bahkan salah satu produk mereka, yaitu Boheni Bambu Lamp memperoleh penghargaan pada acara Kriyanusa 2023 lalu. Produk tersebut diberi penghargaan sebagai kriya terbaik dari bahan serat alam dan sedang dibawa ke Eropa.

Baca juga: Teten Masduki Optimistis Sektor Kriya dan Wastra Indonesia Bisa Bersaing di Dunia

Niat Awal Merekrut Anak Panti Asuhan

Sebelum memulai bisnis Craftote, Tio sebelumnya adalah seorang desainer grafis yang ikut membantu di sebuah panti asuhan yang ada di daerah Bintaro. Ia sering membantu keluarga di panti asuhan yang menjual frozen food.

Kemudian, ibu panti asuhan mulai menanyakan kepada Tio terkait lowongan kerja yang bisa diberikan pada anak panti asuhan. Namun, saat itu Tio menolak karena ia sendiri saat itu tidak membuka lowongan pekerjaan. 

"Tapi waktu pulang ke Jakarta Barat, tempat kita, kita mulai berpikir. Eh, gimana kalau kita bikin usaha tapi karyawannya dari anak-anak panti. Menurut saya itu oke juga dan menarik," lanjut Tio. 

Baca juga: Disabilitas di Malang Diberdayakan Melalui Kriya Seni Tekstil

Setelah itu, Tio mendatangi salah satu keluarganya yang juga seorang pengusaha di bidang kerajinan tangan selama 28 tahun. Ternyata, salah satu keluarganya kewalahan dalam memegang usaha tersebut karena terlalu banyak permintaan konsumen. 

"Saya lihat peluang di situ, akhirnya saya boleh bikin usaha kayak dia. Tapi enggak boleh pakai brand dia, kami pakai brand sendiri. Brand kami lalu diberi nama Craftote," jelas laki-laki lulusan Institut Kesenian Jakarta tersebut. 

Tio mengatakan bahwa Craftote sendiri memiliki arti. Craft artinya adalah kerajinan tangan dan tote yang berarti "jinjing". Jadi, Craftote adalah bisnis kerajinan tangan yang begitu dibeli bisa langsung dibawa oleh konsumen. 

Baca juga: Tawarkan Kuliner dan Kerajinan UMKM, Surabaya Kriya Gallery Raup Omzet Ratusan Juta

Usaha Craftote milik Tio akhirnya resmi berdiri pada Mei tahun 2021 dan masih berlanjut hingga sekarang.

Coffe shop Craftote beserta produk kriyaInstagram - @craftote Coffe shop Craftote beserta produk kriya

Pendanaan Swadaya dengan Coffee Shop

Tio menyebut pada saat awal-awal akan merintis Craftote, ia tidak memiliki dana yang banyak. Lalu akhirnya ia berpikir untuk menggunakan pendanaan swadaya dan dikombinasikan dengan usaha terpadu. 

"Saya berpikir untuk memadukan kerajinan tangan dengan sebuah coffee shop," jelasnya. 

Baca juga: Inovasi Produk Menjadi Kunci Bagi Sukirno Bertahan di Dunia Kriya Kayu

Lebih lanjut, saat pembukaan coffee shop ternyata usaha mereka didatangi oleh ibu lurah dan disarankan untuk bergabung ke UMKM. Mereka juga sempat dibantu oleh Jakpreneur. 

"Usaha kami juga pernah didatangi Direktur UMKM dari Bank BRI se-Indonesia. Dia bawa tim dan foto-foto. Lalu ternyata dia kasih kita challenge. Kalau kita menang challenge tersebut, bisa buka coffee shop yang kedua," tutur Tio. 

Challenge atau tantangan tersebut diterima oleh Tio dengan cara konsisten dengan produk yang dihasilkan. Tio lalu menceritakan bahwa akhirnya mereka menang challenge tersebut dan mendapatkan coffee shop kedua di Rumah BUMN BRI. 

Baca juga: Produk Kerajinan Tangan HABE Sukses Tembus Pasar Global

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau