Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pahami Pentingnya Memiliki Merek Usaha bagi Pelaku UMKM

Kompas.com, 25 Maret 2024, 09:15 WIB
Add on Google
Nugraha Perdana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi


MALANG, KOMPAS.com - Sangat penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendaftarkan merek usahanya. 

Sebab, merek suatu dagangan yang terkenal biasanya akan dianggap oleh konsumen bahwa produk/ jasa tersebut terjamin mutu kualitasnya.

"Konsumen akan merasa lebih percaya dan merasa aman dengan merek yang memiliki reputasi yang baik," kata CEO Mebiso, Hesti Rosa saat ditemui di Kota Malang, Jawa Timur pada Minggu (24/3/2024).

Baca juga: Simak 8 Alasan Pelaku UMKM Harus Miliki Merek Dagang

Hesti menguraikan, merek yang sudah terdaftar, bisa menjadi pembeda produk atau jasa yang ditawarkan dan membuatnya lebih dikenal di pasaran.

Di tengah persaingan yang ketat, merek yang kuat akan membantu konsumen untuk mengingat dan mengenal produk, apalagi dengan banyaknya pilihan yang ada di pasaran.

"Merek yang kuat dan dipercaya, juga akan membantu menciptakan diferensiasi yang signifikan di pasaran. Sekaligus, bisa menciptakan citra yang bisa membantu membuat persepsi konsumen menjadi lebih baik terhadap produk kamu, yang kaitannya dengan kepercayaan pelanggan," jelasnya.

Selain itu, menurutnya, UMKM memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam hal ini, UMKM berfungsi sebagai agen utama dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan memberdayakan individu untuk berwirausaha dan mandiri secara ekonomi, UMKM tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan akses kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Selain itu, UMKM juga memainkan peran penting dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui produk-produk unik dan layanan inovatif, sesuai dengan semangat keanekaragaman budaya yang dianut oleh Pancasila.

Baca juga: Rahasia Sukses Bikin Merek Produkmu Dikenal Banyak Orang

Melalui keberagaman industri dan distribusi geografisnya yang luas, UMKM juga membantu memperkuat ketahanan ekonomi negara, menjadikan ekonomi lebih tangguh terhadap guncangan ekonomi global.

Dengan begitu, UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi Pancasila, tetapi juga merupakan sarana untuk mewujudkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu contohnya, yakni Warung Mak Beng. Tempat makan yang terletak di kawasan Sanur, Bali, telah dinobatkan menduduki peringkat ketiga sebagai tempat makan paling legendaris di dunia.

Berdiri sejak 1941, mereka konsisten hanya menjual satu menu. Tentunya, dengan mengandalkan ikan segar tangkapan nelayan Bali. Jadi, tak hanya membangun bisnis, tapi juga menyejahterakan masyarakat lokal.

"Hal ini membuktikan, bahwa UMKM sangat bisa dilirik oleh pasar dunia karena kulinernya dan kekuatan brand," katanya.

Baca juga: 3 Elemen Penting dalam Membangun Merek Bisnis

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau