Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Ide Bisnis yang Dorong Pengembangan Budaya Indonesia

Kompas.com, 5 Mei 2024, 14:00 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Budaya merupakan salah satu warisan leluhur yang sepatutnya dijaga agar bisa tetap dinikmati generasi penerus di masa mendatang. Terlebih lagi setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang begitu unik dan luar biasa.

Tentunya akan sangat disayangkan jika harus hilang atau terlupakan begitu saja.

Salah satu cara melestarikan budaya adalah melalui bisnis. Dengan mengkomersilkan budaya, ini bisa jadi jalan untuk melestarikan sekaligus mendapatkan keuntungan.

Misalnya dengan mengembangkan produk yang berbasis budaya seperti membuat pakaian khas tradisional, alat musik, souvenir dan banyak lagi.

Dengan begitu, budaya yang ada akan memiliki potensi untuk lebih berkembang dan tentunya mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan. Terutama bagi para penggiat seni budaya di berbagai pelosok nusantara.

Penasaran ide bisnis seperti apa yang mampu mendorong pengembangan budaya di Indonesia? Dilansir dari Cermati.com, berikut ini beberapa ide bisnis berbasis budaya yang menarik untuk dikembangkan:

1. Bisnis Fashion

Ide bisnis pertama yang bisa dicoba untuk mendukung pengembangan budaya adalah fashion. Indonesia memiliki keragaman budaya yang begitu memukau, terutama dari segi fashion-nya.

Ada banyak sekali jenis baju adat daerah yang unik dan menarik untuk dimaksimalkan potensinya.

Selain itu, bahan kain tradisional juga banyak tersedia yang bisa digunakan untuk mendukung potensi bisnis fashion. Sebut saja seperti kain batik, songket, tenun dan masih banyak lagi. Apalagi hampir setiap daerah memiliki kain batik khasnya masing-masing.

Agar produk fashion yang dihasilkan bisa diminati berbagai kalangan termasuk anak muda, maka perlu sentuhan inovasi. Misalnya dengan membuat desain yang simpel dan kekinian sesuai selera penikmat fashion saat ini.

Selain itu, pertimbangkan juga usia, jenis kelamin dan preferensi dari calon pembeli yang ditargetkan. Sehingga, Anda bisa menghasilkan produk fashion yang tak hanya dibutuhkan tapi juga diinginkan calon konsumen.

2. Kuliner Tradisional yang Khas

Ide bisnis selanjutnya yang juga bisa mendorong pengembangan budaya adalah usaha di bidang kuliner. Khususnya kuliner tradisional baik makanan maupun minuman.

Apalagi setiap daerah tentunya memiliki kuliner tradisional yang khas dan ikonik yang menjadi salah satu bagian dari budaya.

Ada banyak ide bisnis kuliner yang cukup menjanjikan dan mampu mendukung pengembangan budaya. Misalnya dengan membuka tempat makan, cafe atau resto dengan menu utamanya hidangan tradisional. Atau bisa juga memproduksi produk kuliner khas dari daerah tertentu untuk dipasarkan secara luas.

Produk kulinernya bisa disesuaikan dengan daerah asal atau memang sudah Anda kuasai cara pengolahannya. Contohnya seperti produk jajanan dodol khas Garut, kemplang khas Jogja, kacang disco khas Bali dan masih banyak lagi.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau