Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkab Cianjur Catat 25.000 Pelaku UMKM Baru Siap Bersaing

Kompas.com, 18 Juli 2024, 19:25 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

CIANJUR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sekitar 25.000 pelaku UMKM baru di Cianjur dapat menghasilkan produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi hingga ke tingkat nasional sehingga perekonomian Cianjur terus meningkat.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, berbagai produk unggulan yang dihasilkan pelaku usaha kecil di Cianjur baru sebagian kecil yang dapat menembus pasar internasional seperti produk Lampu Gentur, radio antik dan sambal honje serta beberapa produk pakaian.

"Program 10.000 pelaku UMKM baru selama kepemimpinan saya sudah melampaui target, sekitar 25.000 pelaku usaha tersebar di 32 kecamatan di Cianjur dengan beragam produk unggulan mulai dari kerajinan tangan, olahan hasil bumi sampai dengan batik Cianjur," kata Herman seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Lebaran, Pedagang Manisan di Cianjur Mampu Raup Rp 10 Juta Sehari

Herman berharap produk unggulan yang dihasilkan dapat memiliki daya saing dan naik kelas hingga ke tingkat internasional, sehingga untuk membuka pasar lebih luas. Selain itu, pihaknya juga merangkul pengelola pasar moderen di Cianjur untuk menyediakan rak dan stan khusus bagi produk UMKM.

Tidak hanya pasar modern, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan situs jual beli online di dunia maya serta pengelola hotel dan restoran di Cianjur untuk mengenalkan berbagai produk hasil tangan pelaku UMKM yang memiliki daya saing dengan daerah lain di Jawa Barat.

"Sedangkan untuk menunjang dan memudahkan produksi, pemerintah daerah juga memberikan bantuan alat dan permodalan bagi pelaku usaha baru serta menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat diurus du kegiatan Desa Manjur tanpa harus ke kantor dinas," kata Herman.

Baca juga: Selain Radio Antik dan Sambal Honje, Gula Semut dan Kopi Luwak Asal Cianjur Tembus Pasar ASEAN

Herman menjelaskan, bagi puluhan ribu pelaku usaha yang sudah terbentuk, masih tetap mendapat pendampingan dan pelatihan dari dinas terkait. Produk yang mereka hasilkan memiliki daya saing tinggi di pasaran serta diikutsertakan dalam setiap kegiatan pemerintahan.

"Dalam setiap kegiatan yang digelar pemerintah daerah selalu melibatkan pelaku UMKM termasuk dalam kegiatan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Cianjur 2024 serta pameran mulai dari tingkat Jabar hingga nasional," kata Herman.

Sementara pelaku usaha di Cianjur mengaku sangat terbantu dengan alat produksi dengan listrik yang diberikan Pemkab Cianjur, selain mempercepat proses produksi juga menghemat biaya operasional dan tenaga, sehingga produk yang dihasilkan lebih meningkat.

"Kami juga berharap bantuan pasar yang lebih luas dari pemerintah karena kami baru menjadi pelaku usaha, harapan kami tentunya produk yang dihasilkan cepat terjual sehingga dapat meningkatkan penghasilan," kata pelaku usaha olahan pisang di Kecamatan Tanggeung, Ade Apud (48).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau