KOMPAS.com - Pernah atau sedang mengalami sepi penjualan? Terkadang, tingkat penjualan sedang menurun, sepi pengunjung, dan berkurangnya minat pembeli. Dalam bisnis, sebenarnya beberapa momen tersebut adalah hal yang wajar. Namun, perlu diatasi dengan segera agar kondisi kurang menguntungkan tersebut tidak berlarut-larut.
Lantas, apa yang bisa kamu lakukan saat bisnismu sedang sepi penjualan? Tentu saja mencari cara agar pembeli berdatangan kembali. Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah terlebih dahulu mencari alasan utama mengapa bisnis kamu sepi penjualan.
Ada beberapa faktor yang membuat bisnis sepi penjualan. Bisa jadi karena produk yang kamu jual kurang disukai oleh pasar, produk yang kamu jual harganya tidak sesuai dengan daya beli pasar, faktor lokasi yang tidak mendukung, atau justru karena produk yang kamu jual sedang tidak musim.
Dari banyaknya kemungkinan yang ada, kamu perlu mengetahui alasan mana yang menjadi penghalang utama. Jika kamu sudah mengetahui apa penyebabnya, tentu kamu akan lebih mudah menyusun strategi yang tepat untuk mebalikkan keadaan.
Baca juga: Cara Cepat Bikin Brand Cepat Terkenal, Coba Gunakan 5 Tips Dasar Ini
Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi sepi penjualan pada bisnis, seperti yang dilansir dari Entrepreneur.com,
Mungkin kamu mengalami sepi penjualan karena pembeli merasa bosan dengan produk yang kamu jual. Bisa jadi karena produk tersebut sudah tidak tren, tidak ada pembaruan, dan bukan produk yang dicari sehari-hari.
Bahkan, bisnis makanan yang dikonsumsi tiap harinya pun mungkin mengalami sepi penjualan karena pembeli bosan dengan menu yang disajikan.
Oleh karena itu penting untuk menjual produk yang beragam. Kalau ingin menjual beberapa produk saja, pastikan ada pembaruan variasi sehingga pembeli selalu memiliki ketertarikan untuk membeli karena penasaran.
Ini juga bisa membantumu menyelesaikan masalah apabila ternyata produk yang kamu jual sebelumnya tidak disukai oleh pasar. Setidaknya kamu bisa cepat menggantinya dengan mencoba menjual produk lain.
Bayangkan jika kamu tetap menjual satu produk yang tidak banyak peminatnya, bisnis kamu bisa terus mengalami kemunduran.
Dalam bisnis, tren atau musim penjualan memang sangat mempengaruhi tingkat penjualan. Beberapa bisnis bisa mengalami puncak penjualan pada musim-musim tertentu saja. Misalnya bisnis kue kering yang puncak penjualannya saat memasuki hari-hari raya.
Baca juga: Tips Manajemen Aset Bisnis Agar Terhindar Dari Kerugian
Oleh karena itu saat mengalami sepi penjualan di hari biasa, kamu bisa mempersiapkan penjualan besar-besaran saat musim penjualan tiba. Seperti membuat variasi produk baru, menyiapkan karyawan, menyiapkan alat dan bahan yang cukup untuk orderan saat musim penjualan karena jumlah penjualan akan meningkat.
Sebagai sampingan saat menunggu musim itu tiba, kamu bisa menjual produk lain setidaknya ada pesanan lain yang bukan hanya dicari saat musim itu saja.
Tidak sabar menunggu musim penjualan tiba? Kalau begitu ciptakanlah musim penjualan sendiri. Buat momen yang ditunggu-tunggu oleh pembeli, sehingga kapan pun saat kamu menjualnya mendapat antusias pasar.
Misalnya kamu berbisnis di industri fesyen, kamu bisa gunakan strategi dengan meluncurkan koleksi terbaru setiap satu bulan sekali dengan stok terbatas. Jika setiap peluncuran bisa habis dalam satu minggu, tentu saja pelanggan yang kehabisan akan menunggu-nunggu peluncuran bulan depan.
Dalam kata lain, kamu menciptakan musim penjualanmu sendiri. Kamu tidak bergantung dengan momen-momen puncak penjualan secara umum, karena kamu memiliki perhitungan waktu sendiri yang fleksibel namun tetap meraup jumlah penjualan yang tinggi.
Mungkin saja kamu mengalami sepi penjualan karena tidak ada "gebrakan" baru yang menarik dari bisnis kamu. Selain cepat bosan, kamu perlu ingat bahwa pembeli juga mudah lupa terhadap bisnis kamu karena ada banyak pesaing lain dengan penawaran serupa.
Baca juga: Bagaimana Cara Mengikuti Tren Pemasaran Digital? Simak 5 Tips Ini
Oleh karena itu, saat mengalami sepi penjualan cobalah untuk menarik kembali perhatian pembeli. Ada banyak cara untuk menarik perhatian pembeli, misalnya mengadakan promo, membuat campaign, hingga kolaborasi dengan pihak lain.
Saat bisnis kamu sepi penjualan, jadikan momen ini sebagai kesempatan kamu untuk evaluasi bisnis. Mungkin saja karena ada faktor lain yang menyebabkan bisnis kamu sepi pembelian. Bisa jadi karena lokasinya kurang strategis, harga jualnya yang tidak cocok, atau segmentasi pasar yang tidak sesuai.
Selain itu, evaluasi kualitas dan pelayanan selama ini, apakah ada kesalahan minor yang mungkin membuat pembeli enggan untuk datang kembali.
Penjualan yang sepi bukan berarti bisnis kamu bangkrut, tetapi jika dibiarkan akan berujung kebangkrutan. Masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, yaitu dengan evaluasi apa yang sekiranya perlu ditingkatkan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.