Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini 9 Jenis Diskon dalam Bisnis dan Penggunaannya, Sudah Tahu?

Kompas.com - 08/09/2024, 22:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Diskon merupakan salah satu strategi marketing untuk meningkatkan minat pembeli dengan memberikan potongan khusus terhadap harga jual suatu produk. Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan penggunaan diskon dalan transaksi jual beli.

Namun, sudah tahukah kamu kalau diskon ternyata memiliki banyak jenis dan tujuan yang berbeda-beda. Penggunaan diskon sesuai dengan jenisnya tentu bisa mempermudah kamu dalam mencapai tujuan tertentu, karena penggunaannya yang tepat.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu ketahui apa saja jenis-jenis diskon sehingga kamu bisa menyesuaikan diskon apa yang paling cocok digunakan untuk kebutuhanmu saat ini. Seperti yang dilansir dari Smallbiztrends.com, berikut ini sembilan jenis diskon yang wajib kamu ketahui,

1. Diskon dengan Presentase

Baca juga: Sudah Tahu Trik Marketing Cross-Selling? Pembeli Jadi Auto Borong

Diskon dengan presentase adalah jenis diskon yang paling familiar digunakan. Diskon ini yang paling umum diketahui oleh penjual maupun pembeli.

Pernah lihat keterangan "Diskon 50%"? Ini merupakan penulisan dan penggunaan dari diskon pesentase. Disnon ini digunakan untuk memberikan potongan harga sebesar presentase diskon, sehingga harga jualnya adalah sisa dari presentase tersebut.

Misalnya diskon 30 persen, maka harga jual produk adalah 70 persen dari harga aslinya.

2. Diskon Nilai Rupiah

Diskon selanjutnya adalah diskon dengan berbentuk nilai rupiah. Biasanya diskon ini sering digunakan untuk pemberian kupon belanja.

Misalnya, "Diskon Rp 10.000 Untuk Pembelian Berikutnya". Artinya, pembeli mendapat potongan harga atau diskon sebesar jumlah yang disebutkan tersebut jika melakukan pembelian selanjutnya.

Baca juga: Strategi UMKM Manfaatkan TikTok Marketing untuk Bisnis

3. Diskon Kuantitas

Diskon kuantitas paling sering digunakan untuk produk-produk yang dibeli dengan jumlah banyak. Biasanya diskon ini juga berkaitan dengan strategi marketing "Beli 1 Gratis 1", "Beli 3 Bayar 1", dan penawaran-penawaran serupa.

Diskon ini biasanya digunakan untuk memberi potongan harga di barang-barang lain karena sudah membeli banyak atau karena sudah membeli satu barang yang harganya paling tinggi.

4. Diskon Musiman

Diskon musiman paling tepat digunakan jika kamu menjual produk yang puncak penjualannya bergantung pada musim tertentu atau seasonal.

Karena puncak penjualanmu terjadi dalam momen-momen tertentu saja, sehingga kamu bisa memaksimalkannya dengan mendatangkan lebih banyak pembeli melalui diskon.

Diskon musiman biasanya digunakan saat musim awal masuk sekolah, musim liburan, dan semacamnya. Bahkan, diskon musiman ini juga biasanya digunakan untuk menghabiskan stok digudang dan ingin berganti ke musim selanjutnya.

Baca juga: Pakai Strategi Email Marketing? Hindari 3 Kesalahan Ini

Misalnya diskon baju edisi Hari Raya, karena setelah Hari Raya mungkin koleksi baju tersebut sudah tidak cocok untuk digunakan lagi dan harus menggantinya dengan katalog baru. Maka dari itu, kamu bisa gunakan diskon musiman untuk menghabisi stok.

5. Diskon Tunai

Diskon tunai biasanya digunakan untuk penjual produk-produk dengan harga yang relatif mahal. Biasanya penawaran ini bertujuan untuk menghindari biaya pemrosesan kartu kredit. 

Selain itu, jika pembeli membayar tunai maka kamu tidak perlu khawatir keterlambatan pembayaran nantinya.

Diskon tunai digunakan untuk pelanggan yang membeli barang secara tunai. Oleh karena itu, mereka mendapat potongan harga atau penawaran khusus lainnya.

6. Diskon Tukar Tambah

Diskon yang satu ini juga sering dijumpai khususnya untuk penjualan barang-barang yang memiliki nilai tukar tambah, kebanyakan barang-barang elektronik dan otomotif.

Diskon tukar tambah adalah pemberian harga khusus terhadap suatu barang tetapi disertai dengan penukaran barang lain.

Baca juga: 3 Cara Menggunakan Video Marketing untuk Mendapatkan Mitra Franchise

Biasanya pembeli ingin membeli barang baru sembari menukar barang lamanya, oleh karena itu penjual memberikan potongan harga tetapi juga mendapatkan barang yang lama dari pembeli tersebut.

7. Diskon Perkenalan

Diskon perkenalan paling tepat digunakan saat kamu baru merintis bisnis dan ingin memperkenalkan produk baru. Dengan memberi potongan harga di awal penjualan, setidaknya pasar bisa mengetahui dan mencoba produk kamu terlebih dahulu.

Umumnya mereka akan tertarik untuk mencoba karena ada potongan harga. Namun, besar kemungkinannya mereka kembali lagi dan membeli dengan harga normal jika memang mereka menyukai produk tersebut.

8. Diskon Keanggotaan

Diskon yang satu ini biasanya ditawarkan khusus untuk para anggota. Mengapa perlu memberi diskon keanggotaan? Karena sesekali kamu perlu memberikan apresiasi untuk anggota yang bersedia menjadi pelanggan tetap, dengan begitu kamu juga bisa meningkatkan loyalitas pelanggan.

Baca juga: 3 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Rencana Marketing

Biasanya diskon ini diberikan jika anggota sudah bergabung dalam klub perusahaan kamu dalam waktu tertentu.

9. Diskon Karyawan

Diskon yang terakhir adalah diskon karyawan. Sama prinsipnya seperti diskon keanggotaan, diskon ini digunakan sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas karyawan di perusahaan kamu.

Biasanya diskon ini diberikan saat kamu meluncurkan produk baru, karyawanmu bisa membelinya terlebih dahulu dengan potongan harga.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!


Terkini Lainnya
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Program
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat 'Fun Run'
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat "Fun Run"
Program
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Training
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Program
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Program
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Program
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan 'Blended Finance' ke Adena Coffee
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan "Blended Finance" ke Adena Coffee
Program
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Jagoan Lokal
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
Training
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau