Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Berkebutuhan Khusus Perlu Diberi Kesempatan Bekerja Sesuai Keahlian

Kompas.com, 23 September 2024, 17:34 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Treestori Coffee, kafe yang mengkaryakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan memperkerjakan mereka sebagai barista, meluncurkan Treestori Coffee Corner di WTC Mangga Dua, melalui acara talkshow yang bertajuk "Empowering Independence of Special Needs" di Jakarta, Sabtu, 21 September 2024.

Acara yang sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas dan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus ini turut menghadirkan narasumber Psikolog Pendidikan dan Terapis Okupansional, Vonny Susanty, serta CEO dan Founder Konekin Indonesia, Marthela Sirait.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, dari 17,7 juta individu penyandang Disabilitas di Indonesia, hanya 7,8 juta penyandang disabilitas yang berhasil mendapat pekerjaan. 

Baca juga: Treestori Coffee, Karyakan Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Barista

"Jadi cukup sulit untuk teman-teman disabilitas ini mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu, Treestori Coffee memiliki visi untuk membagikan cerita dan kempatan melalui kopi. Kami ingin menyediakan kesempatan bagi para ABK untuk bekerja agar bisa berkembang dan mandiri," ujar salah satu Founder Treestori Coffee, Adriana Affanda Timur dalam sambutannya, Sabtu (21/09/2024).

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam acara tersebut Treestori Coffee juga menjalin kolaborasi inklusif dengan Konekin Indonesia, sebuah yayasan sosial pemberdayaan disabilitas yang berkomitmen menciptakan ekosistem inklusif di Indonesia.

Kolaborasi ini semakin memperkuat komitmen Treestori Coffee dalam mempromosikan keberagaman dan kesempatan kerja yang setara bagi semua orang.

"Visi Konekin adalah agar masyarakat tahu tentang disabilitas, mau terlibat, dan mampu mendorong terciptanya Indonesia yang inklusif," ujar CEO dan Founder Konekin Indonesia, Marthela Sirait.

Baca juga: Cerita Para Disabilitas Berwirausaha, dari Desain sampai FnB

Lebih lanjut dalam Talkshow "Empowering Independence of Special Needs" juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan dan pentingnya pemberdayaan mereka.

Vonny Susanty menjelaskan bahwa untuk menjawab tantangan ini, baik itu orang tua, penyedia lapangan pekerjaan, masyarakat, hingga pemerintah perlu memberdayakan Anak Berkebutuhan Khusus untuk bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Kita perlu melihat kebutuhan dan keahlian apa yang mereka minati, lalu hal ini bisa dikembangkan," kata Psikolog Pendidikan dan Terapis Okupansional, Vonny Susanty.

Tak hanya itu, Vonny juga menambahkan dalam mempekerjakan ABK, penting untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi masing-masing individu. Meskipun kompetensi diri bisa dilatih melalui program-program pelatihan, tetapi para ABK ini bisa semakin berkarya jika sesuai dengan keahliannya.

Baca juga: Karla Bionics Hadirkan Raga Arm Untuk Disabilitas

"Jadi pekerjaannya juga perlu disesuaikan. Misalnya untuk ABK dengan disabilitas tuli, kalau diberi pekerjaan sebagai notulensi meeting di perusahaan ya pasti sulit, karena mereka tidak bisa mendengar apa isi meeting tersebut tetapi diminta membuat notulensi, jadi enggak sesuai dengan kondisi dan keahliannya," papar Vonny.

"Namun, jika mereka diberi pekerjaan yang memang bisa mereka lakukan, mereka minati, dan sesuai dengan keahliannya, para disabilitas tentu bisa potensial untuk dikaryakan dan diberdayakan," lanjutnya kemudian.

Diskusi ini berlanjut dengan membahas berbagai peluang kerja yang bisa diambil oleh kaum disabilitas di industri F&B, seperti di bagian pelayanan tamu, dapur, housekeeping, hingga pekerjaan pendukung lainnya.

Baca juga: Kisah Rian, Disabilitas Tuli yang Merintis Bisnis Kue dan Catering Bersama Istrinya

Selain itu, pelaku usaha diimbau untuk lebih inklusif, dengan menyediakan pelatihan khusus, menyesuaikan lingkungan kerja, dan membangun komunikasi yang jelas untuk membantu ABK berkembang.

"Untuk memperkerjakan mereka memang ada penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan. Misalnya anak-anak down syndrome yang telapak tangannya cenderung kecil dan ototnya juga berbeda dengan orang pada umumnya, sehingga alat-alat yang kami gunakan juga disesuaikan dengan ABK, mulai dari menggunakan gelas berukuran kecil yang ringan," jelas salah satu Founder Treestori Coffee, Thao Ziang kepada Kompas.com.

Melalu acara Grand Opening Treestori Coffee Corner yang juga diiringi talkshow "Empowering Independence of Special Needs", diharapkan acara ini menginspirasi lebih banyak usaha untuk membuka kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan dalam dunia kerja.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau