Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Syarif Bisnis Kerajinan Kerang dan Menjadi Agregator Ekspor

Kompas.com - 13/10/2024, 18:27 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Awalnya, Syarif mengaku masih meraba-raba mengenai kegiatan ekspor. Namun, setelah bergabung dengan LPEI ia menjadi lebih terbantu. Mulai dari dibukakan akses pasar hingga kini menjadi agregator jembatan ekspor UMKM di Indonesia.

"Saya ingat ada sesi LPEI itu bikin semacam business matching, dipertemukan sama buyer-buyer yang tertarik dengan produk kami. Jadi nanti diberi jalan, khususnya dari Exim Bank atau LPEI untuk kami bisa dapat buyer, menurut saya sudah cukup bagus," jelas Syarif.

Baca juga: Lewat Fasilitas PKE, LPEI Dorong Eksportir Indonesia Garap Pasar Afrika

Menjembatani 35 UMKM Untuk Ekspor

Terbukti, akhirnya hari ini CV Sabila Multi Kreasindo bukan hanya ekspor produknya sendiri tetapi juga berlanjut dengan menjadi agregator. Sebagai agregator, Syarif sudah menjembatani total 35 UMKM untuk ekspor.

Bahkan, sudah ada dua container yang berhasil dkirim ke Amerika. Biasanya Syarif selaku agregator mengirim container ke Amerika dalam kurun waktu tiga bulan.

"Jadi nanti kita kumpulkan di satu container, isinya barang-barang permintaan dari Amerika. Nah, UMKM kami kebanyakan dari daerah Jawa Tengah khususnya, karena kami home based nya di Jawa Tengah Jadi kita manfaatkan teman-teman UMKM yang lingkupnya masih satu provinsi," lanjut Syarif.

Berapa banyak jumlah produk dan macamnya yang di ekspor sebenarnya tergantung dengan pesanan dari buyer. Namun, Syarif mengatakan kalau sekali kirim mungkin sekitar 20-30 item yang berbeda dalam satu kontainer.

Baca juga: LPEI: Sumatera Utara Jadi Salah Satu Tulang Punggung Ekspor Nasional

Berbicara mengenai dunia ekspor dan peran agregator ini, Syarif melihat saat ini kondisi ekspor menurutnya masih naik turun. Menurutnya, kemarin eksportir di seluruh Indonesia juga merasakan ada lonjakan biaya di pengiriman. Ini berdampak juga kepada para eksportir dealing dengan buyer.

"Karena buyer itu kebaratan dengan ongkos kirim yang naik. Bahkan 3-4 kali lipat kemarin naiknya. Jadi itu sedikit menggoyahkan negosiasi kita dengan buyer, ada yang di hold, ada yang di cancel. Namun memang itu pasang surutnya. Kalau untuk sekarang, Alhamdulillah udah mulai turun lagi biayanya dan mulai pulih lagi untuk pengirimannya," cerita Syarif.

Ini adalah pengalaman Syarif dan CV Sabila Multi Kreasindo mengikuti Trade Expo Indonesia. Tak main-main manfaatnya, sejauh ini di hari ketiga ia sudah berhasil menarik 5 leads buyer. 

"Harapan ikut TEI 2024 pasti kami ingin dapat buyer baru, secara perusahaan kami bisa tampil di ajang yang pameran dagang terbesar jadi buyer juga akan menilai perusahaan kami kompeten," ujar Syarif menutup pembicaraan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau