Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inovasi dan Variasi Membuat Bisnis Minuman Es Teh Semakin Menjanjikan

Kompas.com, 16 Desember 2024, 21:30 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Salah satu alasan utama mengapa bisnis minuman es teh semakin menjanjikan adalah banyaknya variasi dan inovasi yang bisa dikombinasikan dengan teh untuk menciptakan pengalaman baru bagi konsumen.

Sebenarnya, es teh original yang sederhana pun sudah banyak peminatnya, tetapi jika dikembangkan dengan berbagai variasi yang unik tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Seperti keberhasilan ketiga pengusaha ini yang menunjukkan bahwa variasi termasuk elemen penting dalam bisnis es teh.

Baca juga: Bisnis Es Teh Semakin Menjamur, Bisa Dijalankan oleh Siapa Saja

Racikan otentik seperti di Kedai Es Teh Jaya Abadi, eksplorasi teh berkualitas seperti di Pasarteh, hingga inovasi teh kesehatan seperti kombucha dari Aventurine ID membuktikan bahwa bisnis teh tidak kalah menarik variasinya dibandingkan kopi.

Racikan Otentik dan Tradisional Ala Kedai Es Teh Jaya Abadi

Di Kota Bogor, Kedai Es Teh Jaya Abadi boleh dibilang mencuri perhatian karena menawarkan teh berkualitas dengan rasa otentik khas Jawa. Kedai ini didirikan oleh Tegoeh Winandar, seorang dokter spesialis bedah, pada April 2022.

Kedai Es Teh Jaya Abadi menawarkan pengalaman menikmati teh dengan harga mulai Rp 5.000, lengkap dengan suasana estetik bergaya jadul. Menariknya, Tegoeh juga meracik sendiri campuran teh di kedainya dengan takaran tersendiri.

Baca juga: Kedai Es Teh Jaya Abadi, Buktikan Bisnis Minuman Teh Tak Kalah dengan Kopi

"Ada takaran untuk daun, bunga, dan batang teh yang dipadukan. Itulah sebabnya teh di Kedai Jaya Abadi memiliki rasa otentik dan ciri khas tersendiri," ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (25/04/2024).

Pojok Seduh, Kedai Es Teh Jaya AbadiKompas.com - Anagatha Kilan Sashikirana Pojok Seduh, Kedai Es Teh Jaya Abadi

Selain itu, berbeda jenis teh, rupanya berbeda pula cara eksekusinya. Tegoeh mengatakan hal ini penting diperhatikan, agar teh tersebut semakin keluar cita rasanya. Untuk teh Jawa sendiri, biasanya digodok dan didiamkan selama beberapa saat.

"Jadi setelah digodok sampai benar-benar panas, teh nya didiamkan dulu selama beberapa saat. Walaupun begitu, di sini tidak pernah menjual teh yang over night, jadi kalau sudah lebih dari 24 jam tehnya pasti kami take out. Alhamdulillah-nya kurang dari 6 jam biasanya sudah habis," lanjut pria berusia 30 tahun itu.

Baca juga: Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Franchise Bisnis Minuman Es Teh?

Saat ini, Kedai Es Teh Jaya Abadi mulai mengembangkan variasi baru yaitu teh rempah. Seperti bunga telang, sedap malam, dan teh rempah Arab dengan rasa yang lebih spicy. Selain menyediakan teh yang siap saji di kedai, mereka juga menjual teh pouch yang bisa diseduh sendiri di rumah.

Teh pouch produksi Kedai Es Teh Jaya Abadi ini terdiri dari campuran bunga lawang, black tea, dan kayu manis. Teguh memastikan, teh pouch ini memiliki rasa berbeda karena hasil racikan sendiri.

Pasarteh Menghadirkan Ragam Pilihan Teh Berkualitas

Sementara itu, Gitta A. Badruddin, pendiri Pasarteh, juga mengedukasi dan eksplorasi teh berkualitas dari berbagai kebun di Indonesia. Pasarteh tidak hanya menjual teh biasa, tetapi juga menghadirkan berbagai varian seperti black tea, green tea, oolong, hingga teh dengan racikan dried flowers dan dried fruits.

Baca juga: Tips biar Bisnis Es Teh Makin Laris Manis

“Akhirnya kita berinisiatif untuk membuka Pasarteh. Seperti namanya, pasar jadi tempat yang bisa mendapatkan teh-teh dari berbagai macam kebun di Indonesia. Sudah kami kurasi yang bagus, bisa dijual lagi ataupun dipakai untuk racikan,” jelas Gitta kepada Kompas.com, Kamis, (17/11/2022).

Pasarteh dalam acara Jakarta Coffee Week 2022 (Jacoweek 2022), City Hall, Pondok Indah Mall 3.Putri Sophia Pasarteh dalam acara Jakarta Coffee Week 2022 (Jacoweek 2022), City Hall, Pondok Indah Mall 3.

Untuk meningkatkan daya tarik teh di tengah dominasi kopi, Gitta mengadakan kelas edukasi dan memperkenalkan tea blend. Kini Pasarteh tidak hanya melayani konsumen business-to-business (B2B) seperti kafe dan hotel, tetapi juga menjangkau konsumen individu.

"Dulu fokus orang banyaknya di kopi, teh itu dulu tidak ada nilai tambahnya. Kami menyiasatinya dengan kelas-kelas edukasi bahwa teh itu menyenangkan dan bisa asyik," ujarnya.

Baca juga: Kisah Gitta Badruddin, Rintis Bisnis Berawal dari Sulitnya Akses Teh Berkualitas

Dengan banyaknya varian teh dan kemudahan untuk mencoba sampel, Gitta percaya siapa saja bisa memulai bisnis teh sesuai dengan modal dan kreativitasnya.

Halaman:

Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau