Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkiraan Biaya dan Tips Membuka Usaha Cuci Motor

Kompas.com - 24/08/2023, 20:22 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Mencuci motor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemiliki motor untuk menjaga kebersihan motornya.

Peluang bisnis cuci motor sangat menjanjikan. Ini karena, masih banyak pemilik motor yang tidak memiliki waktu dan kesempatan yang luang untuk mencuci motornya.

Menurut data Korlantas Polri, jumlah sepeda motor yang terdata mencapai 128 juta unit atau tepatnya 128.595.993 unit 18 Maret 2023. 

Baca juga: Tips Jitu untuk Pelaku Bisnis Homestay agar Cuan

Bukan hanya itu, kamu sudah bisa membuka usaha cuci motor dengan modal dibawah lima juta rupiah.

Berikut ini rincian biaya dan langkah mudah memulai usaha cuci motor, seperti dirangkum dari beberapa sumber.

1. Rincian Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk memulai usaha cuci motor sederhana sebagai berikut :

  • Kompresor udara 1 PK : Rp 1.500.000
  •  Drum penampung air : Rp 150.000
  • Selang spiral (3) : Rp 180.000
  • Lap Kanebo/Chamois super (4) : Rp 80.000
  • Semir ban (2) : Rp 90.000
  •  Shampoo motor lima liter : Rp 50.000
  •  Spons (2) : Rp 30.000
  • Promosi : Rp 250.000

Total : Rp 2.330.000

Baca juga: Ide Bisnis Bagi Pelaku UMKM yang Laku Setiap Hari

Sementara itu, untuk biaya operasional seperti listrik, shampoo motor, semir ban, dan air sebesar Rp 2.550.000 dan belum termasuk gaji karyawan.

Jadi total modal yang digunakan untuk membuka usaha cuci motor sederhana diperkirakan sebesar Rp 4.880.000.

2. Pemilihan Lokasi Usaha

Pemilihan lokasi usaha yang strategis dalam menambah jumlah pelanggan kamu. Kamu dapat memilih lokasi bisnis cuci motor di pusat keramaian, seperti kampus, sekolah, lingkungan masyarakat, dan pinggir jalan raya.

Baca juga: 3 Tips Memulai Bisnis Online bagi Pelaku UMKM

3. Memberikan Fasilitas dan Pelayanan yang Optimal

Pelanggan sering kali diberikan pilihan untuk menunggu atau meninggalkan motornya ketika sedang dicuci. Karenanya, kamu perlu menyediakan fasilitas yang memadai agar pelanggan nyaman ketika motornya sedang di cuci.

Fasilitas tersebut dapat berupa ruang tunggu yang ber-AC, sediakan minuman atau makanan, Tv, buku, dan akses internet.

Bukan hanya fasilitas yang nyaman, kamu juga perlu memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan, seperti ramah, menerima masukan dan saran, proses pencucian yang cepat dan bersih, serta pelayanan yang cepat dan tanggap.

Baca juga: 5 Ide Konten Media Sosial yang Menarik untuk Bisnis Kuliner

4. Membuat Strategi Promosi

Ketika usaha baru saja dimulai, kamu bisa membuat promosi berupa potongan harga 30 sampai 50 persen dalam periode waktu tertentu. Tak hanya itu, kamu juga dapat membuat baliho atau spanduk di beberapa pusat keramaian.

Selain itu, kamu juga bisa menyebarkan pamflet di pinggir jalan, menititpkan di fotokopi, dan memanfaatkan platform online sebagai bentuk promosi bisnis kamu.

Baca juga: 5 Kiat Sukses Bisnis Buket

5. Membuka Usaha Sampingan

Kamu dapat memanfaatkan moment tunggu pelanggan dengan membuka usaha lain seperti cafe sebagai ruang tunggu, menjual aksesoris motor, dan menawarkan jasa cuci helm bagi pelanggan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau