Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEO DANA Indonesia Paparkan Manfaat Teknologi Finansial bagi UMKM di WEF 2024

Kompas.com - 19/01/2024, 22:08 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Sebagai bagian dari World Economic Forum (WEF) Unicorn Community, CEO dan Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara menjadi salah satu panelis untuk membahas hasil penelitian terbaru, dari perspektif teknologi finansial di kawasan Asia.

Penelitian bertajuk ‘The Future of Global Fintech: Towards Resilient and Inclusive Growth’, dikembangkan bekerja sama dengan Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF) di University of Cambridge Judge Business School, berdasarkan survei global terhadap lebih dari 200 perusahaan teknologi finansial.

Dalam konferensi pers yang digelar di Davos, Swiss dan disaksikan secara daring di kantor DANA Indonesia, Capital Place, Jakarta, Kamis (18/1/2024), Vince mengatakan, teknologi finansial telah banyak mengubah perilaku masyarakat, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Sektor UMKM Didominasi Perempuan, Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital

“Sejak dulu masyarakat Indonesia selalu memanfaatkan uang tunai sebagai instrumen pembayaran. Dengan masuknya teknologi finansial, masyarakat mulai merasakan manfaat bertransaksi secara digital, yakni lebih mudah, nyaman, dan aman,” papar Vince.

Manfaat Teknologi Finansial untuk UMKM

Tak hanya itu, industri teknologi finansial (tekfin) bahkan telah membantu banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan bisnisnya.

Para pelaku UMKM bisa lebih mudah melacak pendapatannya secara jelas dan transparan, serta membantu mereka mengurangi biaya operasional.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan menggunakan pembayaran tunai, pelaku usaha membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghitung pendapatan mereka dari penjualan.

“Kami melihat, kebanyakan UMKM setelah bergabung dalam ekosistem digital ini, rata-rata keuntungan usaha mereka naik 30%,” kata Vince.

Baca juga: Akumindo Sebut Teknologi Finansial sebagai Solusi Ekonomi Digital bagi UMKM

“Mengapa demikian? Karena, mereka tak hanya mendapatkan lebih banyak populasi, tapi juga bisa menjual produk mereka ke lebih banyak omnichannel, baik offline maupun online, sehingga bisa mendapat lebih banyak keuntungan,” jelasnya lebih lanjut.

Menurut Vince, pertumbuhan positif dari pemanfaatan teknologi finansial, baik untuk individu maupun pelaku usaha, memiliki tren pertumbuhan positif.

Bahkan, pemanfaatan teknologi finansial terbukti mampu bertahan dan bertumbuh kuat di masa penuh ketidakpastian, seperti pandemi hingga hari ini.

“Kami mencatat pertumbuhan transaksi DANA meningkat lebih dari 100 persen diikuti dengan meningkatnya jumlah UMKM sebesar lebih dari 30 persen, jika dibandingkan dengan tahun lalu (YoY),” ungkapnya.

Terus berkembangnya kemampuan dan kebiasaan masyarakat untuk bertransaksi digital di seluruh ekosistem ekonomi digital, akan ikut mendorong industri tekfin berinovasi.

Hal ini juga diharapkan, dapat menjadi gerbang awal menuju masyarakat nontunai yang inklusif hingga sehat finansial.

Baca juga: Peneliti Sebut Pemerintah Perlu Mendorong Pelaku UMKM Manfaatkan Platform Digital

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau