LKPP Pangkas Proses Bisnis agar Produk UMKM Bisa Muncul di E-Katalog Pemerintah

Kompas.com - 25/04/2022, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memangkas proses bisnis penayangan produk, utamanya UMKM, di e-katalog pemerintah.

Sebelum pemangkasan dilakukan, sebuah produk bisa tampil dalam e-katalog memerlukan waktu bertahun-tahun. Bahkan tidak jarang ada makelar untuk mengurus agar sebuah produk tayang di e-katalog.

Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas menuturkan, seiring dengan pemangkasan tersebut, tidak ada negosiasi harga di LKPP, serta tidak ada lagi kontrak setiap dua tahun. Jika produk sudah masuk ke proses bisnis, akan bisa langsung tayang.

Baca juga: Trik Menghemat Uang untuk Bisnis Startup Modal Kecil

"Begitu juga di e-katalog lokal, kalau dulu butuh sembilan tahap sekarang tinggal dua tahap. Sangat singkat untuk pemerintah daerah dan ini user frendly sesuai arahan market place," kata Abdullah Azwar Anas, Senin (25/4/2022).

Dengan adanya pemangkasan proses bisnis tersebut, diharapkan ada 1 juta UMKM yang bisa masuk ke dalam e-katalog untuk mendorong pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

Target itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya peningkatan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri berbasis UMKM.

"Instruksi khusus kepada LKPP kalau dulu targetnya 95 ribu, sekarang satu juta produk," kata Abdullah.

E-katalog merupakan aplikasi belanja daring yang dikembangkan pemerintah melalui LKPP. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk dari beragam komoditas yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Abdullah mengungkapkan sejak arahan Presiden Joko Widodo di Bali pada 1 Maret 2022 lalu, kini telah terjadi lonjakan rencana penggunaan produk dalam negeri.

Pada 1 Maret 2022, rencana penggunaan produk dalam negeri tercatat sebanyak 30,6 persen. Jumlah itu meningkat menjadi 46,5 persen per 18 April 2022.

Baca juga: Ini Penyebab Pemerintah Tak Banyak Beli Produk UMKM

Dari sisi belanja nasional jumlahnya mencapai Rp325,3 triliun, kemudian kementerian dan lembaga sebesar Rp162 triliun, dan pemerintah daerah sebanyak Rp162 triliun.

Apabila dilihat dari rencana penggunaan produk UMKM juga ada kenaikan dari sebelumnya 19 persen menjadi 26 persen.

"Dengan proses bisnis yang kami ubah, target kami 200 ribu ternyata bulan ini melampaui target. Jumlah produk yang tayang di LKPP dari target RKP semula 95 ribu sekarang sudah 304.775 produk. Usaha kecil sudah naik begitu juga dengan non UMKM," jelas Abdullah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukses Tak Pandang Usia, Ini Cara Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Sukses Tak Pandang Usia, Ini Cara Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Training
Cek 5 Tanda Kamu Sudah Siap Buka Usaha

Cek 5 Tanda Kamu Sudah Siap Buka Usaha

Training
Program Pertamina Ini Buka Peluang UMKM Jadi Distributor Elpiji Non-Subsidi

Program Pertamina Ini Buka Peluang UMKM Jadi Distributor Elpiji Non-Subsidi

Program
Jurus Bisnis UMKM Tahan Banting dan Awet Sepanjang Masa

Jurus Bisnis UMKM Tahan Banting dan Awet Sepanjang Masa

Training
Baju dan Jilbab Asal Purworejo Ikut Ajang Fashiow di Rusia

Baju dan Jilbab Asal Purworejo Ikut Ajang Fashiow di Rusia

Training
Sempat Viral dan Ditangkap, Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Kini Buat Produk UMKM

Sempat Viral dan Ditangkap, Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Kini Buat Produk UMKM

Jagoan Lokal
Batik Salingka Tabek, Buatan Solok Laris ke Malaysia hingga Brunei Darussalam

Batik Salingka Tabek, Buatan Solok Laris ke Malaysia hingga Brunei Darussalam

Jagoan Lokal
Kisah Yusrizal, Belajar Membatik Lewat Youtube hingga Kini Beromset Rp20 Juta

Kisah Yusrizal, Belajar Membatik Lewat Youtube hingga Kini Beromset Rp20 Juta

Jagoan Lokal
Manfaatkan Bahan Baku Tradisional, Asma Sukses Berbisnis Obat Herbal

Manfaatkan Bahan Baku Tradisional, Asma Sukses Berbisnis Obat Herbal

Jagoan Lokal
Bisnis Herbal? Tanaman dari Kalimantan ini Bisa Dipakai untuk Bahan Baku

Bisnis Herbal? Tanaman dari Kalimantan ini Bisa Dipakai untuk Bahan Baku

Training
Acara G20 di Yogyakarta, KemenKopUKM Dorong Wirausaha Perempuan Tingkatkan Kontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Acara G20 di Yogyakarta, KemenKopUKM Dorong Wirausaha Perempuan Tingkatkan Kontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Program
Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital bagi UMKM Depok, Ini Cara Daftarnya

Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital bagi UMKM Depok, Ini Cara Daftarnya

Program
Pelaku UMKM Ingin Pasar Wisata Menoreh Dibangun dan Diaktifkan Kembali

Pelaku UMKM Ingin Pasar Wisata Menoreh Dibangun dan Diaktifkan Kembali

Training
Shopee Resmikan Kampus UMKM di Makassar

Shopee Resmikan Kampus UMKM di Makassar

Program
Pemkab Solok Fokus Kembangkan Produk UMKM Anyaman, Tenun, Oleh-oleh, dan Kuliner

Pemkab Solok Fokus Kembangkan Produk UMKM Anyaman, Tenun, Oleh-oleh, dan Kuliner

Program
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.