Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Membangun Bisnis Pakaian Tanpa Modal

Kompas.com, 17 Januari 2023, 14:10 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Bisnis pakaian merupakan bisnis yang selalu memiliki daya tarik dan tak pernah sepi pembeli. Apalagi, pakaian memang salah satu kebutuhan utama manusia.

Meski peluang bisnis pakaian tampak terbuka lebar, jumlah pelaku usaha bisnis pakaian juga terus bertambah. Ini membuat persaingan ketat di dunia bisnis pakaian.

Namun demikian, bagi Anda yang ingin merintis bisnis pakaian tak perlu khawatir. Selama Anda memiliki perncanaan bisnis yang jelas dan mampu melihat peluang, serta menjalankannya dengan cerdas, Anda tentu bisa bertahan di tengah persaingan pasar. Bahkan, jika Anda tak memiliki modal untuk membangun bisnis.

Baca juga: 4 Ide Bisnis Sampingan untuk Karyawan, dari Sewa Pakaian hingga Fotografer

Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk membangun bisnis pakaian tanpa modal, seperti dilansir dari Cermati.com sebagai berikut.

1. Merintis Bisnis Pakaian dengan Menjadi Reseller atau Dropshipper

Untuk membangun bisnis pakaian tak selalu membutuhkan modal besar. Jika Anda memiliki modal yang minim atau bahkan tak memiliki modal, Anda tetap bisa mulai merintis bisnis pakaian.

Salah satu pilihannya dengan mengawali jalan Anda membangun bisnis sebagai seorang reseller atau dropshipper.

Anda hanya perlu memilih produk pakaian yang sesuai lalu mempromosikannya. Jika Anda menjadi reseller, Anda bisa mengirimkan sendiri pakaian yang Anda jual ke pelanggan. Sedangkan jika Anda menjadi dropshipper, Anda hanya perlu melakukan pemesanan ke produsen kemudian barang akan dikirim langsung oleh produsen ke alamat pelanggan.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan penjualan, saat menjadi reseller atau dropshipper bisnis pakaian, yakni sebagai berikut:

a. Menemukan supplier produk yang tepat

Saat menjadi reseller atau dropshipper, pakaian tidak diproduksi langsung oleh Anda, sehingga Anda perlu benar-benar mencari dan memilih produk berkualitas dari supplier yang tepat.

Hal ini penting untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap Anda dan bisnis pakaian yang sedang Anda bangun.

Lakukan kerjasama awal dengan beberapa supplier handal dan selanjutnya kita dapat memilih supplier yang terbaik sebagai rekan bisnis jangka panjang.

b. Menjalin hubungan baik dengan rekan bisnis

Menjalin hubungan baik adalah salah satu modal dalam membangun bisnis. Sehingga, penting untuk menjaga hubungan baik dengan supplier, apalagi jika Anda memilih mereka sebagai rekan bisnis jangka panjang.

Sesekali kunjungi supplier untuk sekadar makan siang bersama atau berdiskusi ringan, ini dapat membantu membangun hubungan baik yang membuat bisnis semakin baik dan berjalan lancer ke depannya.

c. Punya strategi penjualan

Manfaatkan teknologi untuk mendukung kelancaran bisnis kita, Anda bisa menggunakan sarana sosial media seperti Facebook dan Instagram sebagai wadah untuk melakukan promosi.

Banyak orang yang sukses berbisnis dengan mengandalkan promosi di media sosial. Untuk mendukung promosi lebih maksimal, cobalah mempelajari sistem pemasaran online sebagai sarana pendukung bisnis, seperti Search Engine Optimization (SEO), Social Media Optimation (facebook, twitter, Instagram), dan Paid Traffic Source yang akan membuat pemasaran produk berjalan lancar dan dibanjiri orderan.

Saat penjualan meningkat, Anda dapat menabung yang dapat digunakan kelak sebagai modal usaha.

Baca juga: Manfaatkan Platform Digital, Monica Sukses Ekspor Pakaian ke 4 Negara

Ilustrasi membangun bisnis pakaian.PIXABAY/PhotoMIX-Company Ilustrasi membangun bisnis pakaian.

2. Mulai Membuat Toko Sendiri

Setelah memiliki modal yang cukup untuk membangun bisnis pakaian sendiri, langkah selanjutnya adalah membuka sebuah toko dan membuat stok pakaian di toko Anda, sehingga pelanggan bisa langsung dating berkunjung ke toko atau Anda bisa mengirimkan langsung ke pelanggan.

Dalam tahap ini, pemasaran melalui media online masih harus tetap dijalankan, namun bedanya Anda sudah akan memiliki stok barang dan toko fisik sendiri.

Anda akan membutuhkan setidaknya satu orang karyawan untuk operasional, karena dalam tahap ini Anda sudah menangani langsung penerimaan pesanan, pengadaan, dan bahkan pengiriman barang kepada konsumen.

Selain itu, di tahap ini Anda juga perlu menguasai ilmu manajemen persediaan barang dan keuangan.

Lakukan pencatatan stok barang dan bahkan semua hal yang berkaitan dengan masalah pengeluaran dan pemasukan uang yang dilakukan.

Hal yang tak kalah penting adalah tetap mengatur keuangan dengan bijak dan menyimpan modal untuk membangun usaha yang lebih besar lagi ke depannya.

Baca juga: 5 Tips agar UMKM Sukses Bisnis di Bidang Fashion Pakaian

3. Mulai Memproduksi Pakaian Sendiri

Setelah mempelajari secara detail mengenai pengadaan bahan, tahapan produksi, pengelolaan stok barang dan keuangan, serta sistem pemasaran yang baik, maka tahap selanjutnya yang bisa dilakukan adalah melakukan produksi sendiri.

Tahap ini akan menjanjikan keuntungan yang lebih besar dan tentu saja dibarengi dengan risiko bisnis yang juga lebih besar, karena itu pastikan Anda dalam keadaan benar-benar siap saat mengambil keputusan untuk melakukan hal ini.

4. Merintis Sistem Kemitraan

Pada tahap ini, bisnis yang Anda jalani telah berhasil melakukan produksi pakaian sendiri. Itu sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat Anda memulainya nyaris tanpa modal.

Selanjutnya, untuk mengembangkan bisnis pakaian Anda mulailah membangun sistem kemitraan pakaian dengan membuat 3 kategori kerja sama seperti di bawaah ini:

- Paket Distributor untuk mitra kerja sama dalam jumlah yang cukup besar
- Paket Agen untuk kerja sama dalam jumlah sedang
- Paket reseller untuk pembelian dalam jumlah yang kecil

Pastikan setiap unit produksi dan pemasaran berjalan dengan baik dan lancar dalam memenuhi setiap permintaan dari konsumen.

Pada tahap ini, Anda bisa menambah sumber daya untuk membantu menjalankan operasioanl bisnis. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa bersantai. Anda harus tetap fokus dan melihat peluang yang ada, agar bisnis pakaian Anda bisa berkembang semakin besar lagi.

Baca juga: Bisnis Fesyen Bareng Bestie, Begini Aturan Mainnya

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau