Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah di Balik Buangdisini, Usaha Pencacahan Sampah Plastik yang Dirintis 3 Pemuda

Kompas.com - 14/07/2023, 14:55 WIB
Nugraha Perdana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Buangdisini bahkan telah memiliki aplikasi yang bisa diakses pengguna Android atau IOS. Aplikasi tersebut ditujukan kepada penjual sampah plastik atau yang disebut dengan changer.

Saat ini sudah ada 1.000 pengguna aplikasi Buangdisini sejak di-launching pada tahun 2022. Dalam aplikasi tersebut, pengguna dapat menjual sampah plastik dengan harga antara Rp 5.200 - Rp 6.200 setiap kilogram.

"Dengan sistem jemput sampah Rp 5.200 per kilo, antar sampah Rp 6.200 per kilo. Aplikasi ini ditujukan utamanya bagi para pengepul, pemulung, tetapi personal juga bisa, siapapun pengumpul sampah plastik," katanya.

Baca juga: Mengenal Sistem Bisnis Waste4Change lewat Proses Daur Ulang Sampah

Meningkatkan Pendapatan Mitra

Rheza mengklaim, usahanya itu bisa meningkatkan pendapatan yang diterima oleh para mitranya.

"Dari awalnya hanya memperoleh Rp 800.000 - Rp 1 juta perbulan, sekarang mereka bisa mendapatkan Rp 3,4 juta perbulan," katanya.

Usaha mereka dapat mengelola sekian ton sampah plastik dengan cara mengurangi proses manual.

Seperti pada proses pembersihan sampah plastik yang pada umumnya menggunakan cara manual dengan disaring dan dikeringkan melalui sinar matahari.

"Itu kami pakai mesin, efektifitas waktu bisa 40 persen dan efisiensi biaya 20 persen," katanya.

Hasil cacahan plastik dipasok ke beberapa industri yang membutuhkan, seperti Pasuruan, Sidoarjo, Tangerang dan Serang.

Sementara untuk kerjasama dengan bank sampah, sudah ada beberapa pihak yang menyetorkan sampah plastik ke usaha mereka. Namun, secara kerjasama resmi belum dilakukan.

"Ada beberapa mencoba menyetor, tapi belum secara MoU, kami juga sudah bertemu dengan seperti bank sampah di Pakis, salah satu Ketua Bank Sampah di Kabupaten Malang, bertemunya masih di sekitar isunya dulu," katanya.

Baca juga: Dari Sampah Menjadi Berkah melalui Ekonomi Sirkular

Pendiri Buangdisini lainnya, Konshika Amanai Koeswara merasa bersyukur bisa bertemu dengan dua rekannya untuk membangun usaha Buangdisini. Menurutnya, belum banyak wanita yang mau bergabung dalam usaha pengelolaan sampah.

"Harapannya semoga kedepan beberapa pihak yang ada di dalam sektor hijau ini, bisa memberikan space atau ruang untuk perempuan nge-lead (menjadi pemimpin)," katanya.

Dia pun merasa masih perlu banyak belajar lagi tentang dunia wirausaha dengan dua rekannya. Sebab, Shiki sapaan akrabnya belum memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

"Saya harus banyak belajar dengan lainnya, karena salah satunya saya belum punya strong background entrepreneurship, jadi masih belajar dengan dua rekan saya yang orang bisnis banget," katanya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau