Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Maulidin, Anak Disleksia yang Sukses Memproduksi Diorama

Kompas.com - 29/09/2023, 21:42 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

“Kalau dioramanya lebih besar dan lebih rumit biasanya mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta. Biasanya tergantung kerumitan dan detail seperti apa,” ungkapnya.

Berhasil Menjual Ke Luar Negeri

Di Indonesia, sebenarnya diorama sudah cukup lama eksis. Cuma, ke eksposnya baru sekarang karena media sosial.

Taufik mengatakan, kita punya komunitas yang bernama DSAS (Diorama Share And Sale).
“Dinamakan DSAS karena kita ingin mendukung teman-teman UMKM dan seniman lokal agar dioramanya bisa dibagikan di media sosial dan bisa dijual-belikan,” lanjutnya.

Baca juga: Pemuda Putus Sekolah di Lampung Dilatih Desain Grafis dan Bisnis Digital

Untuk saat ini, karya Taufik sudah berhasil dijual di Luar Negeri, seperti Kanada, Malaysia, Singapura, China, Hongkong, dan Taiwan.

“Saya senang dengan pembeli dari luar negeri karena orang luar negeri tidak banyak nawar harga dan biasanya saya memberikan harga bisa dua kali lipat dibanding harga lokal,” guyon Taufik.

Saat awal memulai usaha, Taufik mampu memperoleh omset mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Baca juga: Perjalanan Ahmad Fauzi Bangun Usaha, dari Beternak hingga Ciptakan Sijalu Smart Poultry

“Kalau sekarang kayanya bisa lebih besar karena sekarang media sosial cukup ramai dan saya banyak kolaborasi sama teman-teman komunitas,” terangnya.

Taufik mengatakan, karya seni tidak hanya dapat dinikmati oleh pribadi, tetapi bagaimana caranya orang luas skala global juga bisa menikmati karya kita.

“Ini lho, anak Indonesia, yang punya keterbatasan tapi menghasilkan karya yang dilirik di berbagai belahan dunia,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau