Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Strategi Menjaga Kondisi Bisnis Tetap Stabil

Kompas.com, 2 Februari 2024, 17:41 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

Sumber Forbes

KOMPAS.com - Setiap pemilik usaha akan selalu berusaha untuk tetap bertahan dan menjaga bisnis mereka tetap berjalan.

Dalam hal ini, stabilitas adalah kunci keberhasilan dalam bisnis apa pun. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk menjaga stabilitas bisnis.

Menjaga stabilitas melibatkan fokus pada hubungan dengan pelanggan, menciptakan strategi pemasaran yang inovatif, dan tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Membuat Rencana Bisnis

Dengan memahami cara kerja stabilitas bisnis, pelaku usaha dapat memastikan bahwa mereka melakukan segala yang mungkin untuk menjaga bisnis mereka tetap berjalan dengan lancar.

1. Membangun hubungan kuat dengan pelanggan

Penting bagi pelaku usaha untuk fokus pada hubungan dengan pelanggan, karena hal ini membantu menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan antara bisnis dan pelanggannya.

Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dapat meningkatkan penjualan, pembelian yang berulang, hingga memeberikan referensi .

Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk berusaha memberikan layanan pelanggan yang sangat baik untuk membangun hubungan ini. Pastikan pelanggan Anda merasa keberadaannya penting bagi usaha Anda.

Ini juga berarti Anda bisa memberikan respons dengan cepat dan baik, entah itu pesan yang disampaikan melalui pesan teks atau melalui telepon. Pastikan Anda memberikan respons yang baik.

Bersikap konsisten dalam hal kualitas produk, komunikasi, dan layanan Anda akan membangun integritas dan kepercayaan dengan pelanggan Anda.

2. Ciptakan strategi pemasaran kreatif

Dalam membangun bisnis, selain berinovasi dalam produk, juga harus menciptakan strategi pemasaran inovatif.

Hal ini yang akan berdampak menghasilkan penjualan dan membantu membedakan penawaran produk Anda dengan kompetitor.

Salah satu strategi pemasaran efektif yang bisa dilakukan adalah dengan memaksimalkan media sosial. Jika Anda bisa mengunggah konten secara konsisten dan membuka interaksi dengan orang-orang, maka brand Anda akan menjadi sumber yang kredibel.

Strategi efektif lainnya adalah dengan meminta para pelanggan Anda memberikan rekomendasi. Melansir laman Forbes.com, menurut sebuah penelitian terbaru, 59% pelanggan mengatakan, bahwa mereka akan memberikan rekomendasi jika mereka menyukai sebuah produk atau merek.

Anda bisa menawarkan semacam kompensasi pada pelanggan Anda, jika mereka memberikan rekomendasi, sehingga kedua belah pihak bisa saling mendapatkan keuntungan.

Baca juga: 5 Tips Mempertahankan Bisnis di Masa Sulit, Pelaku Usaha Harus Tahu

3. Perhatikan strategi kompetitor

Pelaku usaha juga harus mencari cara agar bisnisnya tetap berada di depan para pesaing mereka. Untuk mencapai ini, Anda harus mengikuti perkembangan tren industri, memahami lanskap persaingan, dan memanfaatkan teknologi baru yang dapat membantu merek Anda tetap kompetitif.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau