Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Berbisnis di Sekitar Halte dan Stasiun? Ini Jenis Usaha yang Cocok untuk Dicoba

Kompas.com, 27 Februari 2024, 16:30 WIB
Add on Google
Ester Claudia Pricilia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Halte atau stasiun transportasi umum sering kali menjadi pusat aktivitas yang ramai dan menjadi titik pertemuan bagi berbagai lapisan masyarakat yang tengah bepergian dengan beberapa urusan.

Hal ini pula yang menjadikan halte serta stasiun menjadi lokasi yang strategis untuk membuka usaha.

Baca juga: Bukan Hanya Ramai, Ini 5 Tips Memilih Lokasi Usaha Strategis

Dengan jumlah pengguna transportasi publik yang terus meningkat, peluang bisnis di sekitar halte atau stasiun transportasi umum juga semakin menjanjikan. Lalu usaha atau bisnis apa yang cocok di lokasi tersebut?

Berikut adalah beberapa jenis usaha yang cocok untuk dijalankan di halte atau stasiun transportasi umum:

1. Toko Kelontong atau mini market

Dilansir dari quora, toko kelontong atau mini market merupakan usaha yang cocok untuk lokasi di halte atau stasiun, dikarenakan beragamnya kebutuhan pasar di sana. Jadi, menyediakan berbagai produk-produk kebutuhan sehari-hari dapat memenuhi kebutuhan para pengguna transportasi yang mencari kenyamanan.

Pastikan mini market Anda juga melayani beberapa permintaan pembayaran seperti top up pulsa, kuota internet, Listrik, hingga e-money. Hal tersebut akan memperbesar peluang usaha Anda untuk didatangi customer.

2. Kafe Kopi

Kafe kopi juga merupakan usaha yang berpeluang besar di halte atau stasiun. Kafe kopi akan menarik banyak pelanggan untuk membelinya.

Berangkat pagi memungkinkan orang masih merasa ngantuk. Mereka mungkin juga tak sempat untuk membuatnya di rumah. Maka, kopi merupakan hal yang penting untuk mereka.

Kafe kopi juga akan menarik pelanggan yang ingin mencari tempat istirahat atau bersantai sebelum atau setelah perjalanan.

3. Snack atau makanan ringan

Snack atau makanan ringan cocok bagi mereka yang ingin mengganjel perut. Mereka akan mendatangi toko Anda dan membelinya.

Anda dapat menjual snack atau makanan ringan yang manis hingga asin. Pembeli juga akan memanfaatkan tempat Anda untuk beristirahat sejenak atau menunggu bus atau kereta yang belum datang.

4. Makanan Berat

Pada jam-jam makan, orang akan merasa lapar. Bisa pada saat makan pagi, siang ataupun malam.

Hal tersebut akan bagus bagi Anda untuk menyediakan makanan berat seperti nasi. Pembeli akan mencari sesuatu yang mengenyangkan di samping hanya dengan snack.

5. Toko Aksesoris

Usaha lain yang bisa dicoba adalah toko aksesoris. Anda dapat berjualan berbagai macam aksesoris mulai dari masker, tisu, jas hujan, payung, dan aksesori lainnya yang sekiranya dibutuhkan penumpang.

Ini merupakan peluang besar bagi Anda, karena jika mereka lupa membawa atau memang tidak mempunyainya mereka akan membeli di toko Anda. Pastikan Anda menyediakan barang-barang urgent yang sekiranya mereka butuhkan

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau