Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dodol Boga Rasa, Primadona Baru Oleh-oleh Tradisional Khas Jawa Barat

Kompas.com - 01/03/2024, 14:17 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

Sementara itu, karyawan laki-laki lebih banyak bertugas mengaduk adonan. Hal ini karena untuk aktivitas tersebut memerlukan kekuatan otot serta harus tahan panas.

Rata-rata waktu kerja adalah setengah hari. Untuk yang mengaduk adonan, karyawan yang bertugas mulai bekerja dari jam 08.00 pagi dan berakhir pada sekitar jam 11.00. Sementara untuk pengemasan mulai bekerja jam 13.00 hingga jam 17.00 sore,” kata Egi.

Para karyawan tersebut juga memperoleh gaji dengan standar UMR setempat.

Salah satu karyawan, Siti (28) mengungkapkan bahwa pendapatan keluarga sangat terbantu dengan keberadaan usaha dodol Boga Rasa.

Siti yang setiap hari bertugas memasak gula aren padat menjadi cair bercerita bahwa dia senang bisa bekerja dengan waktu kerja yang tidak lama, yakni sekitar 4 jam sehari. Dengan demikian, dia bisa kembali ke rumah begitu selesai bekerja.

“Saya sudah sekitar 2 tahun bekerja di tempat ini. Alhamdulillah bisa dapat tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.

Difasilitasi BRI

Ketekunan Egi Mardani menjaga cita rasa dodol Boga Rasa menjadikan dia berkesempatan menjadi UMKM binaan BRI. Awalnya, dia diarahkan untuk masuk ke program Brilianpreneur, yakni program BRI yang mendorong pelaku usaha bisa melakukan ekspor.

Namun karena produk yang dibuat berupa makanan tradisional dan tanpa tambahan zat kimia, dia belum siap untuk ikut program ekspor yang difasilitasi Brilianpreneur.

“Kalau diekspor, dodol harus ditambah dengan bahan kimia dan itu justru membuat rasa dan tekstur menjadi rusak,” ungkap dia.

Meski demikian, dia tetap berkesempatan mengikuti berbagai pelatihan, seperti halnya pengemasan, aspek kebersihan dan kesehatan produk makanan, pemanfaatan media sosial, hingga pengelolaan usaha.

Baginya, program pembinaan yang dilakukan BRI sangat membantu dia serta pelaku UMKM lainnya dalam menghadapi dinamika perubahan.

Tak sekedar pembinaan, Egi juga mendapatkan tawaran fasilitas KUR untuk mendukung usaha dodolnya yang terus berkembang.

“BRI sangat bagus berhubungan dengan kami, dan mereka selalu menanyakan perkembangan usaha yang dijalankan,” pungkas Egi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau