Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Nevia Merintis Bisnis Fesyen Muslim, Omzet Naik 75 Persen Saat Ramadan

Kompas.com, 30 Maret 2024, 15:15 WIB
Add on Google
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Dengan perluasan bisnisnya itu, Nevia berhasil menarik perhatian customer dari negara tetangga, yaitu Malaysia. Customer itu menjadi pelanggan tetap Bening Jaya setiap bulannya.

“Waktu itu dia ke Jakarta, sebelumnya katanya memang udah riset produk Bening Jaya dari Instagram. Terus kita ketemuan dan bikin deal. Dia jadi pelanggan tetap kita, setiap bulan pasti purchase,” jelas Perempuan berusia 33 tahun itu.

Selain itu, di tahun 2024 ini, merupakan tahun pertama bagi Bening Jaya terpilih untuk mengikuti Indonesian Fashion Week 2024.

Nevia mengatakan, Bening Jaya terpilih sebagai perwakilan dari Jakpreneur di kategori usaha fesyen, tepatnya fesyenm.

“Saya ikut komunitasnya Jakpreneur, jadi untuk terpilih jadi kontestan Jakarta Fashion Week itu ada tes dan seleksinya sendir,i soalnya kan banyak juga UKM bimbingan Jakpreneur yang lain. Bening Jaya lolos kurasi bidang perdagangan dinas PPKUKM provinsi DKI Jakarta,” jelas Perempuan asli Padang itu.

Saat ini bisnis Bening Jaya sudah semakin maju. Maka dari itu, Nevia membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

"Sekarang sudah mempekerjakan sebanyak 20 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: 4 Tips Memulai Bisnis Fesyen ala Hilda Turaiza, Owner TRICK&TRICKY

Sulit Membangun Tim yang Solid

Layaknya bisnis pada umumnya, selama menjalankan Bening Jaya, Nevia juga kerap menemukan beberapa kendala dan tantangan dalam usahanya. Salah satu kendala yang ia rasakan adalah dalam me-manage anggota timnya.

"Terkadang terasa kurang solid dan beberapa masih belum bekerja sesuai ekspektasi," kata Nevia.

Selain itu, banyaknya usaha serupa dan kompetitor yang menggeluti bisnis fesyen muslim juga menjadi tantangan bagi Nevia. Ia harus bersaing dengan toko-toko lain, di mana semuanya juga melakukan pemasaran lewat online.

“Persaingan yang kompetitif mengharuskan saya selalu membuat gebrakan baru untuk Bening Jaya. Jadi, saya harus mulai dari tim saya terlebih dahulu. Kalau kemarin bersaing sama TikTok shop, kami juga ikutin. Pokoknya sebisa mungkin enggak ketinggalan zaman,” ungkap perempuan itu.

Baca juga: Brand Fesyen Muslim Asal Bandung Elzatta Siap Go Internasional

Ciri Khas Bening Jaya

Nevia semaksimal mungkin menjaga kualitas Bening Jaya dari segi bahan dan jahitan untuk bersaing di pasaran. Di mana semua produk milik Nevia, menggunakan bahan impor yang telah terbukti memiliki bahan yang nyaman.

Selain bahan, ia juga akan selalu mengikuti tren yang sedang ramai di pasaran. Namun, agar berbeda dengan kompetitor lain, Nevia akan membuat motif dan desainnya sendiri.

“Saya punya komitmen, kalau Bening Jaya ini harus berbeda dari merek lain. Kami harus mempunyai ciri khas sendiri sampai ke detail-detailnya yang pakai payet ataupun bordir itu kita desain sendiri,” ungkapnya.

Produk Bening Jaya, Khas MinangKompas.com - Ester Claudia Pricilia Produk Bening Jaya, Khas Minang

Nevia merupakan perantau yang datang jauh dari Padang ke Jakarta. Statusnya yang sebagai perantau, selalu memotivasinya bekerja keras agar sukses menjalankan bisnisnya.

Sesuai namanya Bening Jaya, di mana "Bening" dimaksudkan Nevia untuk mencerminkan kinerjanya yang suci dan halal. Sedangkan Jaya adalah harapan Nevia, agar Bening Jaya bisa selalu maju, terkenal, dan jaya.

“Saya pengin produk Bening Jaya bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Semoga merek Bening Jaya bisa diketahui banyak orang,” tutupnya.

Baca juga: 7 Ide Bisnis Fesyen Muslim di Bulan Ramadan, Bakal Laris Manis

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau