Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Perjalanan Bisnis Mochibo, Mochi Isian Buah Pala Oleh-oleh Khas Bogor

Kompas.com, 7 April 2024, 12:25 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Bisnis oleh-oleh biasanya identik dengan ciri khas dari sebuah daerah tertentu. Begitu juga Bogor, yang memiliki beragam jenis oleh-oleh khususnya makanan.

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar oleh-oleh khas Bogor? Biasanya olahan talas, roti unyil dan asinan akan langsung teringat. Namun, oleh-oleh khas Bogor bukan hanya itu.

Bogor sebagai kota yang kaya akan hasil bumi, rupanya juga memiliki beberapa buah yang khas dan familiar dikonsumsi oleh masyarakat Bogor. Salah satunya buah pala. Pasalnya, buah ini bisa diolah menjadi oleh-oleh khas Bogor.

Seperti Mochibo, brand oleh-oleh asal Bogor yang terletak di Jalan Bina Marga, Kota Bogor. Mochi satu ini banyak dicari orang untuk dijadikan oleh-oleh.

Bukan sembarang mochi, Mochibo menggunakan buah pala untuk menjadi isiannya. Perpaduan mochi dan buah ikonik Bogor ini membuatnya memiliki keunikan tersendiri.

Baca juga: Komoditas Indonesia Diekspor ke Belanda, Paling Banyak Pala

Berawal dari bisnis keluarga

Tahun 2014, Ibu Ambar dan Pak Indra selaku founder Mochibo mulai menjalankan bisnis ini. Namun seiring berjalannya waktu, kini mereka menurunkan bisnis ini kepada anaknya, Rayina Triningsih (28) selaku Co-Founder hingga saat ini.

Awalnya Ambar melihat potensi berbisnis oleh-oleh, karena sejak memasuki tahun 2012, Bogor mulai dikunjungi oleh para wisatawan.

Bukan hanya mencari wisata alam seperti ke curug atau ke Kebun Raya Bogor, tetapi orang-orang datang ke Kota Hujan tersebut juga untuk berwisata kuliner.

"Founder Mochibo ini Ibu Ambar dan Pak Indra, kemudian saya sebagai Co-Founder. Awalnya pada tahun 2012 sudah mulai banyak yang datang untuk wisata alam dan wisata masyarakat. Kami melihat animo masyarakatnya ada potensi ingin bawa oleh-oleh khas Bogor," jelas Rayina saat diwawancara oleh Kompas.com pada Sabtu (30/03/2024).

Menurut perempuan yang akrab disapa Teh Rayi tersebut, pada saat itu oleh-oleh khas Bogor paling banyak seputar olahan talas saja.

Padahal sebenarnya, Bogor juga memiliki banyak makanan ikonik seperti manisan pala dan buah nanas Bogor.

Berangkat dari hal tersebut, Mochibo membuat formulasi mochi berisi buah pala dan nanas yang menjadi ciri khas dan berbeda dengan mochi lainnya.

Baca juga: Dari Hotel Bintang Lima, 3 Sekawan Ini Beralih Buka Steak Tenda Pertama di Bogor

Varian mochi buah pala MochiboDok. Mochibo Varian mochi buah pala Mochibo

"Tagline Mochibo sendiri 'pelopor oleh-oleh kue mochi dengan isi buah khas Bogor', jadi sejauh yang kami tahu, pada saat itu kami pertama di Bogor yang menjual mochi berisi buah segar," ujar Teh Rayi.

Ambar juga memilih buah pala sebagai isian mochi, karena menurutnya Bogor memiliki hubungan yang erat dengan buah yang satu ini sejak zaman dahulu.

Oleh sebab itu, Ambar ingin mengangkat buah pala agar semakin banyak orang yang tahu, bahwa buah pala merupakan salah satu ciri khas dari Kota Bogor.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau