Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Perjalanan Bisnis Mochibo, Mochi Isian Buah Pala Oleh-oleh Khas Bogor

Kompas.com, 7 April 2024, 12:25 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

"Ada kisahnya untuk buah pala di Bogor, di sini buah pala bukan barang asing. Sejarah zaman kerajaan, pernah ada perjanjian perdagangan antara Kerajaan Pajajaran dengan Portugis untuk rempah-rempah, diantaranya buah pala. Terbukti, kebun pala memang banyak di Bogor. Jadi buah pala ini memang sesuatu yang lokal dari Bogor," cerita Ambar.

Baca juga: Berawal dari Lapak Pinggir Jalan, Kini Kardila Sukses Buka Galeri Lansekap dan Tanaman Hias

Perjalanan Mochibo

Saat memulai bisnis keluarga ini, di antara Ibu Ambar, Pak Indra dan Teh Rayi belum ada yang memiliki background kuliner. 

Namun, Rayi akhirnya mengambil kuliah D3 di IPB University jurusan manajemen industri makanan dan gizi, kemudian melanjutkan S1 di Binus University jurusan manajemen bisnis.

Rayi mengaku, hal itu menjadi upayanya untuk membuat bisnis keluarga ini lebih sustain kedepannya.

Ambar dan keluarga yang tak memiliki latar belakang kuliner, melewati trials and errors mencari resep selama tiga bulan lamanya. Setelah mendapat resep yang fix, Mochibo mulai dipasarkan melalui bazar ke bazar.

"Kurang lebih kami cari resep selama tiga bulan, apalagi untuk buah pala ini sesuatu yang berbeda untuk dikombinasikan dengan mochi. Setelah kami yakin dengan produk ini, kami langsung mengurus perizinan untuk Mochibo," tutur Ambar.

Pertama kali kami berjualan itu 4 Agustus 2014 di bazar peresmian RSUD Bogor karena kami menjadi bagian dari binaan Pemerintah Kota Bogor," lanjutnya.

Dimulai dari bazar ke bazar, lama-kelamaan Mochibo mulai dititipkan ke toko oleh-oleh dan berbagai tempat wisata di Bogor sampai ke Puncak.

Menurut Rayi, karena Mochibo menjual oleh-oleh khas Bogor maka akan lebih tepat sasaran jika menitipkannya di tempat wisata, karena banyak wisatawan yang datang ke sana. Rupanya cara ini memang berhasil meningkatkan brand awareness Mochibo.

"Kalau official store Rumah Mochibo ini baru berdiri di tahun 2021," imbuh Rayi.

Baca juga: Dari Beauty Vlogger, Rania Merambah Bisnis Florist Beromzet Jutaan Rupiah

Tetap Konsisten di Tengah Tren Baru

Bisnis apa pun tidak akan lepas dari tantangan. Khususnya di bisnis Food and Beverage (FnB), banyak sekali tren baru yang perputarannya sangat cepat. Mochibo berusaha tetap konsisten di tengah banyaknya tren FnB.

"Tantangan kami adalah bagaimana cara kami konsisten ketika banyak tren-tren baru yang masuk. Karena harus difilter mana yang masih masuk dengan Mochibo untuk bisa dikembangkan. Jadi kami enggak ikut-ikutan, karena belum tentu yang viral ini akan bertahan lama," ujar Rayi

Selain itu, Ibu Ambar juga mulai beradaptasi dengan era digital. Dibantu dengan anaknya, Teh Rayi yang memberi masukan untuk memperbarui frame Mochibo menjadi lebih menarik dan menggugah minat masyarakat.

Baca juga: Daging Buah Pala, dari Limbah Kini jadi Cuan

"Teh Rayi membantu bagaimana mengemas makanan dengan lebih menarik sampai membuat orang-orang kabita (Bahasa Sunda). Istilahnya ingin banget mencoba karena melihat fotonya, kemasannya, dan tagline bahasanya. Itu yang menjadi tantangan baru untuk saya selama perjalanan 10 tahun Mochibo ini," tambah Ambar.

Persaingan di bisnis FnB juga bukan hal yang asing lagi. Namun, Rayi berusaha menyikapinya untuk membangun kolaborasi dengan pebisnis lain.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau