Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karyawan Anda Demotivasi dan Tak Bersemangat? Lakukan 6 Cara ini

Kompas.com, 12 April 2024, 13:30 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Forbes

KOMPAS.com – Pernahkan Anda mendengar istilah demotivasi? Demotivasi merupakan perasaan seseorang saat dan karena sedang tidak termotivasi.

Sebagai seorang bos, jangan sampai Anda membuat karyawan kehilangan motivasi. Anda harus berhati-hati dalam berkomunikasi dengan karyawan, karena tidak ada yang membuat karyawan kehilangan motivasi selain karena energi negatif.

Baca juga: 4 Cara Mengapresiasi Karyawan, Bos Wajib Tahu!

Sebagai leader dalam bisnis Anda, Anda harus menciptakan lingkungan kerja yang positif dan pelajari untuk memisahkan masalah pribadi dari pekerjaan. Penting bagi leader untuk mengetahui dan menyadari demotivasi.

Saat Anda telah menyadari karyawan Anda sedang tak termotivasi, Anda harus cepat dalam melakukan tindakan untuk mengubahnya. Berikut adalah enam cara untuk menghindari demotivasi di bisnis Anda.

1. Ubahlah Lingkungan Kerja Menjadi Positif

Pada kenyataannya, tidak ada yang lebih membuat karyawan kehilangan motivasi selain energi negatif pada lingkungan kerja. Jika seseorang tidak positif itu membuat karyawan merasa tidak nyaman, sulit untuk bersikap selayaknya dan pasti karyawan tersebut akan mengalami penurunan semangat.

Siklus negatif dapat terjadi dan produktivitas kerja bisa menurun, jika ada seseorang dalam tim yang negatif. Maka penting untuk membina lingkungan kerja yang positif sebelum yang negatif mulai menyebar ke seluruh perusahaan Anda.

2. Memberi Feedback yang Membangun

Umpan balik (feedback) yang diberikan secara tidak membangun juga bisa membuat karyawan Anda kehilangan motivasi. Sebutkanlah sebuah hal yang perlu mereka perbaiki.

Ketika menyebutkan hal-hal yang perlu diperbaiki oleh karyawan, penting untuk memiliki nada yang membangun, bukan kritikal. Setelah umpan balik yang membangun, sebutkan lagi hal positif lain yang Anda hargai tentang karyawan tersebut.

Meskipun pendekatan ini mungkin terlihat agak dasar dengan memberikan umpan balik yang membangun secara hati-hati, ada kemungkinan baik Anda akan menghindari membuat karyawan Anda kehilangan motivasi.

3. Komunikasi Teratur dan Jelas

Beberapa konsekuensi negatif dapat terjadi jika seorang leader atau bos tidak jelas ketika memberikan tugas. Ketika karyawan tidak menyelesaikan tugas dengan benar, bos mungkin akan marah dan menunjukkan kekecewaannya, yang mengakibatkan karyawan merasa sedih dan kehilangan motivasi.

Baca juga: 6 Tips Mewujudkan Komunikasi Efektif Bersama Tim Kerja

Semua ini bisa diatasi dengan komunikasi teratur dan jelas tersebut. Pengusaha perlu mengingat bahwa karyawan mereka bukan pembaca pikiran Anda.
Mereka harus diberi instruksi sejelas mungkin dan memastikan instruksi tersebut tidak bisa disalahartikan.

4. Jika Ada Masalah, Tangani Segera

Sebagai leader dalam bisnis Anda, Anda perlu mengetahui cara untuk menangani masalah dengan cepat. Jika seorang karyawan datang kepada Anda dengan pertanyaan atau masalah yang perlu diatasi, hargai karyawan dan selesaikan masalah tersebut dengan fungsional.

Karyawan Anda pasti akan menanyakan sebuah permasalahan kepada atasannya, yaitu Anda. Kehilangan motivasi dapat dengan mudah terjadi jika karyawan harus mengejar-ngejar Anda untuk mendapatkan jawaban atau petunjuk.

Pada titik ini, karyawan akan merasa bahwa pengusaha tidak menghargai waktu mereka dan akan kehilangan motivasi karena pengusaha tidak menghargai waktu mereka.

5. Komunikasi yang Ramah dengan Karyawan

Pengusaha harus berhati-hati dalam cara mereka berkomunikasi dengan karyawan mereka. Ini berlaku baik secara langsung maupun melalui komunikasi tertulis, seperti chat.

Anda harus selalu memperhatikan bahasa dan nada saat berkomunikasi dengan mereka. Jika pengusaha tidak menghormati karyawan mereka, mereka akan kehilangan motivasi dan kualitas kerja mereka akan menurun.

6. Menyadari Nilai-nilai Karyawan Anda

Jika seorang pengusaha tidak mengakui nilai-nilai karyawan mereka, maka karyawan dapat dengan mudah merasa bahwa Anda bukanlah tipe yang ingin mereka bekerja. Pengusaha harus menunjukkan empati dan membuat karyawan merasa dihargai.

Baca juga: Jadi Pemimpin dalam Organisasi Bisnis? Terapkan 6 Skill Ini agar Kerja Sama Tim Efektif

Pengusaha harus memperhatikan apa yang dapat berpotensi membuat karyawan mereka kehilangan motivasi. Jika tidak, produktivitas dan semangat akan menurun. Pada akhirnya, karyawan akan mengundurkan diri dan mencari cara lain untuk bekerja.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau