Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Hiba, Rintis Usaha Aksesoris dari Batu Kristal Bermodal Rp 300.000

Kompas.com, 15 April 2024, 10:00 WIB
Alfiana Rosyidah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Bahan baku aksesoris saat ini mulai banyak dikembangkan dari berbagai macam jenis. Kreativitas para pebisnis juga semakin meningkat untuk menarik daya beli dari masyarakat sekitar.

Aksesoris biasanya dikombinasikan dengan bahan resin yang dicampur dengan lukisan atau bunga kering. Namun, saat ini telah muncul inovasi baru, yaitu menggunakan batu kristal dalam pembuatan aksesoris. 

Dalam acara Solo Art Market, Hiba (24) membuat berbagai aksesoris yang terbuat dari batu kristal dengan nama brand Pakai Batu. Karya buatannya telah menarik perhatian banyak orang, terutama dari para perempuan.

Baca juga: Cerita Anik Membangun Bisnis Aksesoris, Bermula dari Hobi Koleksi Tas

Bangun Usaha Aksesoris Bermodal Rp300.000 

Motivasi awal Hiba dan pasangannya mulai berbisnis Pakai Batu, yaitu berpikiran untuk memulai usaha demi memenuhi kebutuhan mereka. Mereka kemudian berinisiatif untuk mengunjungi Solo Art Market di daerah Gatsu dan mencari peluang. 

"Waktu datang ke Solo Art Market di Gatsu itu, kami coba cari barang-barang yang belum ada untuk dijual di sana, yang autentik," jawab Hiba saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Minggu (14/4/2024). 

Hiba mengatakan, ia ingin membuat aksesoris yang betul-betul terbuat dari batu asli serta bergaya feminin. 

Baca juga: Jenama Lungsin Tonjolkan Kekayaan Wastra Nusantara pada Produk-produk Aksesoris

"Kalau aksesoris lain kan masih sangat general. Kami ingin yang khusus bergaya feminim. Akhirnya kami coba untuk membuat aksesoris seperti cincin. Ternyata bisa juga merambah ke produk lain," ucapnya. 

Dengan bermodalkan Rp300.000, Hiba telah berhasil membuat aneka macam aksesoris yang terbuat dari batu kristal. Bahan dasar aksesoris ini diperoleh Hiba dari Cina dengan waktu pengiriman yang tidak singkat. 

"Karena sekarang sudah tidak bisa beli melalui Shopee dan Tokopedia, pengirimannya jadi lebih lama. Kami pakai agen distributor lain. Pengirimannya sih bisa 1 hingga 2 bulan," lanjut Hiba.

Baca juga: Kisah Sukses Filene, Berbisnis Aksesoris hingga Terjual ke Amerika Serikat

Kualitas Anti Karat dan Bisa Custom Batu Sendiri

Produk aksesoris Pakai BatuKompas.com - Alfiana Rosyidah Produk aksesoris Pakai Batu

Saat sesi wawancara, Hiba menekankan bahwa aksesoris Pakai Batu memiliki keunggulan tersendiri. Diantaranya yaitu anti karat dan bisa custom untuk memilih jenis batu yang diinginkan. 

"Hal yang membedakan produk kami dengan produk lain yaitu dari kualitasnya, ya. Kami berusaha membuat aksesoris anti karat dengan menggunakan tembaga," ucap pemilik Pakai Batu sekaligus mahasiswa tersebut.

Selain itu, produk-produk baru yang diluncurkan oleh Pakai Batu rata-rata adalah hasil request atau custom dari konsumen. 

Baca juga: Kisah Hery Budianto, Jual Aksesoris dari Kayu Pinus hingga Beromzet Puluhan Juta

"Jadi kami enggak terlalu idealis, kami coba melihat keinginan dari pasar. Para konsumen bisa meminta custom untuk dibuatkan produk yang mereka inginkan kepada kami. Bisa pilih batu sendiri juga," lanjutnya. 

Beri Kebebasan Tim Produksi untuk Berkreasi

Untuk membantu kegiatan produksi di Pakai Batu, Hiba mengajak teman-teman sanggar teaternya untuk bekerja dengannya. Menurutnya, hal ini lebih mudah karena orang-orang sanggar telah memiliki jiwa seni.

Hiba kemudian menceritakan cerita di balik produksi aksesoris Pakai Batu. Rupanya, produk yang dijual tidak memiliki pakem-pakem atau ketentuan tersendiri. Hiba memberi kebebasan pada tim produksinya untuk berkreasi dengan batu-batu tersebut. 

Baca juga: Berawal Dari Hobi, Aksesoris Wanita Buatan Sri Wigati Tembus Pasar Asean

"Tim produksiku ada empat ya. Nah, mereka itu punya ciri khas masing-masing dalam membuat aksesoris. Mereka bebas berkreasi membuat aksesoris apa saja yang mereka inginkan," tutur mahasiswa semester akhir tersebut. 

Setelah bisnis Pakai Batu berjalan selama setahun, Hiba merasa bahwa kekuatan viral dari media sosial dapat membantu meningkatkan penjualan mereka.

"Akhir-akhir ini kan banyak orang-orang yang suka batu-batu. Beberapa dari mereka juga ada yang menggunakan batu ini untuk meditasi. Jadinya viral, tetapi ya membantu promosi juga," ungkapnya.

Baca juga: Berawal dari Hobi, Arini Sukses Raup Cuan dari Usaha Kain Kreasi

Produksi aksesoris Pakai Batu saat ini terdiri dari beragam jenis, mulai dari cincin, gelang, dan kalung. Harga yang ditawarkan untuk gelang mulai dari Rp18.000 hingga Rp35.000.

"Kalau kalung itu mulai dari Rp25.000 sampai Rp45.000, cincin mulai dari Rp18.000 sampai Rp20.000," ujarnya. 

Selain di Solo Art Market Pasar Ngarsopuro, Hiba juga memasarkan produknya di daerah Gatsu. Bahkan, ia juga memasarkan produknya di luar Solo, tepatnya di Tamansari Yogyakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau