Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beralih dari Dokter Gigi, Ferry Rintis Bisnis Tas Kanvas saat Usia 50 Tahun

Kompas.com, 21 Mei 2024, 19:52 WIB
Alfiana Rosyidah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 pada 2020 lalu tentu merisaukan masyarakat Indonesia. Terutama, bagi para pebisnis yang telah berupaya keras mempertahankan usaha mereka bertahun-tahun. 

Ferry Yuliana (53) sebelumnya juga mendirikan bisnis tas natural yang telah berdiri selama 20 tahun, tetapi sempat terhenti karena pandemi. Kemudian, pada usianya yang menginjak 50 tahun, Ferry mulai merintis bisnis tas kanvas dengan merek "Mimpi Bags". 

Mimpi Bags yang dirintis oleh Ferry saat ini berlokasi di Yogyakarta. Tepatnya di Eastparc Hotel Yogyakarta. Selain itu, Mimpi Bags juga ada di Galeria Mall dan Plaza Ambarrukmo. 

Baca juga: Dari Hobi Gambar dan Koleksi Tas, Kikie Ciptakan Tas Motif Batik Hingga Berhasil Dipajang di Uniqlo

Lewat telekonferensi, Kompas.com berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Ferry pada Selasa (21/5/2024) mengenai Mimpi Bags yang telah dirintisnya. Ferry menuturkan banyak hal terkait pengalamannya merintis bisnis tas kanvas di usia 50 tahun ini. 

Seorang Dokter Gigi

Sebelum terjun ke dunia bisnis, Ferry adalah seorang dokter gigi. Ia memang tertarik dalam kegiatan yang melibatkan aktivitas tangan. Menurutnya, dokter gigi dan desainer tas seperti dirinya memiliki kesamaan. 

"Saya itu memang suka sama hal-hal aktivitas tangan gitu. Dulu di dokter gigi kan juga butuh keterampilan tangan, jadi ya sama kayak sekarang," lanjutnya. 

Baca juga: Kisah Artisa Merintis Tiga Mata Sapi, Buat Tas dari Karung Beras untuk Kurangi Sampah

Ketika ditanya alasan beralih dari profesi dokter gigi, Ferry menyebut bahwa ia merasa membuat desain tas adalah passion dari dirinya. Meski dirinya juga menikmati sebagai dokter gigi, tetapi ia merasa kurang bebas dalam soal jam kerja. 

"Terus passion saya ya memang di sini, di desain tas. Setiap ada sampel tas yang sudah jadi, rasanya hidup lebih berwarna," tambah Ferry. 

Filosofi Mimpi Bags

Pandemi Covid-19 memang membuat bisnis tas natural Ferry sempat terhenti, tetapi Ferry memiliki keinginan untuk memberikan pekerjaan pada para penjahit dan desainer pada waktu itu. Ferry pun menyebut hal ini sebagai mimpi dari pekerja dan juga dirinya.

Baca juga: Kreasi Unik Produk Fajar Wonk, Hasilkan Tas dari Kulit Pohon

"Mimpi Bags itu kan tagline-nya 'Mimpiku, Mimpimu, Mimpi kita'. Jadi harapannya produk Mimpi Bags itu bikin kita happy karena ada mimpi desainer, penjahit yang sempat dirumahkan, dan customer yang enggak bisa ke mana-mana waktu itu," tuturnya. 

Produk tas kanvas Mimpi BagsInstagram - @mimpibags Produk tas kanvas Mimpi Bags

Menghilangkan Anggapan Tas Kanvas sebagai Tas Murah

Ferry pun mengatakan, ada ciri khas yang membedakan tas kanvas Mimpi dengan tas canvas lainnya. Ia menyebut bahwa saat ini memang banyak tas-tas kanvas yang dijual murah dengan harga Rp70.000-an. 

"Orang-orang sekarang 'kan lihatnya tas kanvas itu tas murah. Nah, saya ingin menghilangkan image itu," ucapnya. 

Baca juga: Modal Sukses Panut Mulyawiyata, Berani Berinovasi Hasilkan Tas Berbahan Rotan

Supaya menghilangkan image tas kanvas yang dinilai murah, Ferry menggunakan 100 persen bahan katun untuk produknya. Katun tersebut juga tidak langsung dijahit menjadi tas, tetapi dipoles terlebih dahulu dengan berbagai cara. 

"Biasanya kalau tas-tas kanvas yang lain itu, 'kan kainnya langsung dijahit. Kalau Mimpi itu enggak. Jadi kain yang udah kita dapat itu dilukis, disablon, disulam dulu. Jadi look-nya akan beda," jelas lulusan Kedokteran Gigi UGM tersebut. 

Kemudian, harga yang ditawarkan oleh Mimpi Bags juga berbeda. Ada tiga kategori tas kanvas Mimpi Bags yang telah disesuaikan dengan harganya. 

Baca juga: Tas Purun Buatan UMKM Kalsel Laris Dibeli Konsumen AS

"Kalau tas yang casual gitu harganya RpC100.000 - Rp295.000, terus ada yang middle itu harganya Rp300.000 sampai Rp400.000. Ada juga yang premium alias limited ini dia harganya Rp600.000 sampai Rp900.000 keCatas," ucap Ferry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau