Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanda Perlu Ekspansi Bisnis, Salah Satunya Kehabisan Ruang

Kompas.com, 10 Juni 2024, 09:05 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ekspansi bisnis adalah upaya memperluas jangkauan bisnis. Umumnya ekspansi bisnis identik dengan membuka cabang baru.

Ekspansi bisnis termasuk keputusan besar yang cukup berisiko, jadi jangan dilakukan secara terburu-buru, hanya karena ingin punya banyak cabang dalam waktu singkat.

Sebelum melakukan ekspansi bisnis, perlu ada kesiapan dan perencanaan yang matang.

Khawatirnya, saat membuka cabang baru, ternyata kamu belum membutuhkannya dan berujung tidak bisa maksimal dalam mengelola bisnis.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk ekspansi bisnis? Berikut ini beberapa tanda untuk mengetahui apakah sudah saatnya melakukan ekspansi bisnis.

Baca juga: Pelaku UMKM! Jangan Asal Buka Cabang Usaha Sebelum Lakukan Ini

1. Kesulitan Memenuhi Permintaan Pelanggan

Alasan utama ekspansi bisnis adalah untuk menjangkau lebih banyak target pasar. Namun, ekspansi justru lebih tepat dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar di berbagai lokasi.

Jika di outlet pertama kamu mulai merasa kesulitan untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah, mungkin sudah saatnya kamu membuka cabang di lokasi lain untuk mempermudah para konsumen datang ke lokasi yang lebih dekat.

Dengan begitu, kamu bisa membagi jumlah pengunjung di beberapa lokasi, sehingga tidak ramai di satu tempat saja.

Maka dari itu sebelum ekspansi, kamu bisa mengamati terlebih dahulu apakah dengan membuka cabang baru bisa memudahkan kamu dan konsumen, atau justru melonjaknya minat pasar tersebut kemungkinan hanya sesaat saja.

Kembali lagi, ekspansi bisnis sebaiknya jangan diputuskan secara terburu-buru. Kamu bisa membuka cabang baru? jika memang dibutuhkan dan menjadi solusi dari permasalahan permintaan pasar yang tidak bisa ditampung dalam satu outlet.

2. Keuangan Bisnis Sudah Stabil

Keuangan sangat penting dalam berbisnis. Jika kamu merasa perusahaan kamu sudah stabil dan memiliki modal yang cukup untuk membuka cabang, maka peluang ekspansi bisnis juga boleh dicoba.

Untuk ekspansi tentunya butuh modal yang besar, mulai dari bangunan, bahan baku, penambahan pekerja, hingga tambahan biaya operasional. Untuk itu, pastikan keuangan bisnis kamu sudah mencukupi.

Baca juga: 4 Tips Sukses Membuka Cabang Baru ala Owner Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Terkadang saat pendapatan bisnis mulai stabil bahkan berlebih, banyak pebisnis yang bingung memilih membuat usaha baru atau ekspansi bisnis.

Dalam hal ini, ekspansi bisnis terbilang lebih mudah, karena brand yang sudah kamu bangun telah memiliki nama yang lebih dikenal oleh masyarakat, dibandingkan mulai membangun brand baru dari awal.

Jadi, kalau kamu merasa keuangan bisnis sudah stabil dan memiliki modal yang cukup, mungkin sudah saatnya untuk mencoba ekspansi bisnis, agar semakin banyak orang yang membeli produk kamu dari berbagai daerah.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau