Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Akan Gantikan Manusia, Ini Manfaat AI di Dunia Kerja

Kompas.com, 8 November 2024, 16:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Tentu kamu pernah dengar atau bahkan sering menggunakan Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dari hari ke hari, teknologi yang satu ini nampaknya terus mengalami perkembangan.

Namun, ada kekhawatiran jika AI akan menggantikan peran manusia sepenuhnya. Melihat saat ini AI seringkali memudahkan pekerjaan, muncul pertanyaan apakah mungkin nanti pekerjaan tidak membutuhkan pikiran dan tenaga manusia lagi?

Menanggapi hal ini, AI Expert dan Co-Founder Feedloop.ai, Ajie Santika berpendapat meskipun AI semakin canggih dan banyak digunakan di berbagai industri, tetapi peran manusia akan terus dibutuhkan dan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh AI.

Baca juga: Lazada Hadirkan AI Lazzie, Fitur AI Baru untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja Online

Ajie memberikan perumpamaan, sama seperti smartphone yang saat pertama kali muncul, banyak orang yang menganggap smartphone akan menggantikan banyak hal.

Namun nyatanya hari ini smartphone justru bisa mendorong produktivitas manusia, tidak menggantikan tetapi membantu. Begitu pula dengan AI yang fungsinya sebagai alat untuk menunjang pekerjaan.

"Dulu kita mengira smartphone akan menggantikan banyak hal, tetapi dalam waktu beberapa bulan kita justru melihat bagaimana teknologi ini menjadi alat yang membantu manusia bekerja lebih produktif," ujar Ajie saat diwawancarai di acara Media Gathering – 11.11 Diskon Terbesar di Lazada, yang berlokasi di Jakarta (07/11/2024).

AI Expert dan Co-Founder Feedloop.ai, Ajie Santika berpendapat meskipun AI semakin canggih dan banyak digunakan di berbagai industri, tetapi peran manusia akan terus dibutuhkan dan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh AI.Kompas.com - Anagatha Kilan Sashikirana AI Expert dan Co-Founder Feedloop.ai, Ajie Santika berpendapat meskipun AI semakin canggih dan banyak digunakan di berbagai industri, tetapi peran manusia akan terus dibutuhkan dan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh AI.

Baca juga: Survei Lazada Ungkap 88 Persen Konsumen Membeli Barang Berdasarkan Rekomendasi AI

AI Mendorong Produktivitas

Jika berbicara mengenai sektor bisnis, AI memang bisa meningkatkan produktivitas dan keuntungan tanpa memerlukan tambahan sumber daya manusia. Ajie mengatakan, dengan AI sebuah perusahaan bisa lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan profit.

"Prinsip kami, AI itu meningkatkan profit. Kenapa? Karena sumber daya manusia tetap, tapi produktivitasnya meningkat," jelasnya.

Di samping itu, penerapan AI di berbagai industri di Indonesia juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar. Dengan dukungan bonus demografi, tenaga kerja yang terlatih menggunakan AI bisa meningkatkan produktivitasnya dan berimbas pada perekonomian.

Baca juga: Strategi Amartha Jawab Kebutuhan Segmen Akar Rumput Melalui Teknologi AI

“Dengan bonus demografi, bayangkan kalau tenaga kerja kita didukung dengan AI, terus kita bisa memberikan impact yang skalanya global. Nah, itu menurut saya snowball effect ekonominya akan besar,” katanya.

AI Dalam Meningkatkan Inklusivitas

Tak hanya itu, Ajie juga memaparkan salah satu keuntungan AI adalah bisa meningkatkan inklusivitas. Dalam hal ini, inklusivitas misalnya layanan yang sebelumnya dianggap eksklusif, kini bisa diakses oleh semua orang.

Contohnya fitur personal shopper berbasis AI di platform e-commerce seperti Lazada, membuat pengguna bisa mengakses layanan rekomendasi secara personal.

Baca juga: Bantu UKM Tembus Pasar Global, Kadin Indonesia Manfaatkan AI

Dulu layanan seperti personal shopper ini hanya tersedia untuk produk mewah. Namun dengan fitur AI, siapa saja dapat memiliki layanan personal shopper berbasis AI.

“Dulu kayaknya kita harus belanja sesuatu yang lumayan mewah atau luxury, baru kita punya personal shopper, tapi sekarang kebutuhan sehari-hari pun bisa menggunakan layanan ini. Bahkan cuma belanja online pun kita juga bisa punya personal shopper,” tambahnya.

AI Dalam Menghadirkan Peluang Kerja Baru

Menurut Ajie, AI bisa mendorong lahirnya profesi baru yang mungkin sebelumnya belum pernah ada. Di zaman yang semakin berkembang ini, sebenarnya banyak peluang baru yang bisa dihasilkan, terlebih lagi dalam lansekap digital.

Baca juga: Jangan Asal Menggunakan AI untuk Strategi Bisnis, Pahami 3 Tantangannya

Contohnya kemunculan content creator yang saat ini sering ditemukan, dengan AI mungkin saja akan membuka peluang pekerjaan dengan bentuk-bentuk atau nama-nama yang baru.

“Kalau saya lihat jobs itu akan berubah bentuk, tapi tidak akan menggantikan manusia. Seperti dulu, kita nggak ada kenal istilah content creator kan, kita kenalnya videografer atau writer,” ujar Ajie.

“Mungkin nanti ada multiple jobs yang terbentuk dan terbangun, tapi secara unit ekonomis akan naik. Jadi kalau kita lihat di beberapa riset, jobs-nya akan berubah. Jadi manusianya pun harus cepat beradaptasi,” imbuhnya.

AI Bukan Pengambil Keputusan

Meskipun AI bisa digunakan untuk menganalisis, selain itu kemampuannya cukup canggih dan cepat pula, tetapi Ajie menekankan bahwa pada akhirnya tetap membutuhkan analisis dari manusia.

Baca juga: Memulai Bisnis Lebih Mudah dengan Bantuan AI, Ini 5 Manfaatnya

Jadi, jangan serta merta menyerahkan semua pekerjaan kepada AI tanpa diperiksa ulang, diperbaiki, dan disempurnakan oleh kemampuan sendiri. Tidak perlu khawatir AI akan menggeser peran manusia dalam pekerjaan, talenta manusia tetap terus dibutuhkan.

“AI itu membantu kita membuat keputusan, tapi keputusan akhir tetap di tangan manusia. AI bisa menjadi asisten, corporate secretary, atau teman kerja, tetapi bukan pengambil keputusan utama,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau