Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah I Komang Sukarma, Berdayakan Petani Lontar di Karangasem Melalui Tarunira

Kompas.com - 22/11/2024, 15:57 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Hingga kini sejak 2021 sampai 2024, Tarunira telah melibatkan lebih dari 150 petani lontar, 8 ibu rumah tangga, 12 pemuda lokal, dan 4 koordinator petani dari empat desa binaan yaitu yaitu Tianyar Barat, Tianyar Timur, Tianyar Tengah, dan Ban.

Baca juga: Kisah Batik Aromaterapi dari Madura, Berhasil Ekspor ke Amerika Serikat

Membawa Perubahan Untuk Petani Lontar

Langkah Komang dalam menciptakan perubahan di desanya perlahan tapi pasti mulai berjalan ke arah yang lebih baik. Kini, para petani lontar Tarunira berhasil meningkatkan taraf hidup dan perekonomian mereka.

Komang turut menyejahterakan para petani, dengan menghadirkan produk yang lebih siap jual, Tarunira berhasil memasarkan produknya ke berbagai daerah. Dengan meningkatnya permintaan yang masuk, akhirnya berimbas baik untuk para petani yang kini mendapatkan upah layak UMR.

“Tentunya dengan ini ada peningkatan-peningkatan yang kami rasakan, terutama untuk petani. Mulai dari pendapatan mereka jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kami masih belum bisa bilang peningkatannya drastis 100% sempurna, tapi setidaknya dari 0 jadi 1, dari 1 jadi 2. Ini juga salah satu semangat kami untuk terus maju,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Tri Sukamto, Bersyukur Bisnis Komponen Otomotifnya Dibina Astra Melalui YDBA

Selain itu, Komang juga mendorong keterampilan para petani lontar. Mereka kini mendapatkan pelatihan untuk beralih dari non-organik ke organik.

Transformasi ini juga sangat penting bagi Tarunira karena produk mereka adalah gula organik bebas bahan kimia, mengingat target pasar mereka adalah para masyarakat yang semakin sadar dengan gaya hidup sehat.

“Kami mengalami banyak tantangan dan masalah ya dalam proses perjalanan kami di Tarunira dari awal sampai sekarang. Jadi prosesnya sebenarnya panjang banget dari segi branding, kemudian dari perubahan produk juga. Karena tadi kami melihat situasi dan kondisi dan mencoba untuk beradaptasi dengan tren pasar, kebutuhan konsumen dan lain-lain,” tambah Komang.

Usaha tak menghianati hasil. Meskipun masih terus belajar, Komang percaya selama semua itu dilakukan Bersama pasti akan terlihat hasilnya. Kini taraf hidup para petani meningkat signifikan dengan pendapatan yang jauh lebih baik dan keterampilan yang lebih matang.

Baca juga: Kisah Ibu-ibu Desa Telemung, Memulai Usaha dari Pinjaman Modal PNM Mekaar

“Ini PR besar, tapi kami melakukannya bersama-sama. Saya selalu percaya bahwa kolaborasi adalah kunci,” ujar Komang.

Dorong Transformasi Digital di Desanya

Komang tak menutupi bahwa perjalanan ini penuh tantangan. Mulai dari mengubah mindset petani, pengembangan bisnis, hingga digitalisasi. Namun, ia dan timnya terus belajar dan berinovasi. Perlahan-lahan mereka mulai bertansformasi digital, Tarunira sudah menggunakan teknologi seperti e-commerce dan bahkan AI untuk mendukung pemasaran.

“Digitalisasi adalah hal yang sulit, terutama untuk petani. Tapi kami yakin, dengan proses yang panjang, semua bisa terwujud. Maka dari itu memang perlu rencana digitalisasi lanjutan,” katanya.

Baca juga: Kisah Perubahan di Desa Semedo, Kini Ekspor Puluhan Ton Gula Semut

Saat ini, Tarunira mengadopsi model bisnis mulai dari Business to Customer (B2C) dengan target pasar individu yang mengutamakan gaya hidup sehat. Selain itu, ada pula model bisnis Business to Business (B2B) dengan target pasar perusahaan seperti supermarket, toko ritel online & offline.

“Kami distribusikan ke target-target konsumen kami, baik dari B2C, B2B, maupun ke tour and travel. Contohnya, kami sudah bekerjasama lebih dari 113 outlet hypermarket di seluruh Indonesia. Kami kerjasama dengan Ransmarket, Papaya, dan lain-lain,” kata Komang.

Komang juga bercerita, Tarunira pun menjajaki pasar tour and travel, mereka sering mengadakan workshop kepada turis lokal dan internasional untuk mencoba experience baru. Mulai dari kegiatan cooking class, membuat gula merah lontar organic langsung di desa tersebut.

Baca juga: Kisah Bengkel Suryo Motor Binaan YDBA, Raup Omzet Ratusan Juta Sebulan

Tentunya hal ini sebagai langkah dalam mewujudnkan agenda besar mereka yang ingin segera menembus pasar ekspor. Meskipun saat ini penjualan masih skala domestik, tetapi kapasitas produksi Tarunira juga luar biasa, mencapai 5.000-15.000 pieces per bulannya.

Optimistis dengan Masa Depan Tarunira

Produk andalan mereka adalah gula lontar organik serbuk dan cair. Usut punya usut, saat ini Tarunira juga tengah bekerja sama dengan IPB mengembangkan produk baru seperti kecap manis dan asin, botanical drink berbahan rempah-rempah, serta cookies sehat, semuanya organik.

Baca juga: Kisah Winny Rintis Bisnis Gula Aren dengan Brand Asa Palm Sugar Preanger

Sebagai informasi tambahan, pada 21 November 2024, Tarunira meraih juara pertama dalam kompetisi iFortepreneur dan mendapatkan hadiah Rp150 juta. Kompetisi ini membantu Komang membawa perubahan signifikan, termasuk digitalisasi para petani. Komang pun semakin optimis dengan masa depan Tarunira.

"Kami ingin mendistribusikan produk ke luar negeri dan terus meningkatkan dampak sosial di desa-desa binaan. Perjalanan ini masih panjang, tapi kami menikmatinya,” pungkasnya.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Halaman:

Terkini Lainnya
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Program
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat 'Fun Run'
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat "Fun Run"
Program
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Training
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Program
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Program
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Program
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan 'Blended Finance' ke Adena Coffee
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan "Blended Finance" ke Adena Coffee
Program
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Jagoan Lokal
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
Training
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau