Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Desa Wisata Kubu Gadang Raih Juara 1 IMA UMKM Award 2024 Kategori Wisata

Kompas.com, 7 Desember 2024, 17:04 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Desa Wisata Kubu Gadang, yang berada di Padang Panjang, Sumatera Barat, berhasil meraih penghargaan Juara 1 IMA UMKM Award 2024 untuk kategori wisata.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan inovasi Desa Wisata Kubu Gadang dalam mengembangkan pariwisata yang dipelopori oleh Yuliza Zen, pionir dan perintis desa wisata tersebut.

Baca juga: UMKM Kategori Wisata dan Umum Raih Penghargaan IMA UMKM Award 2024

Desa Wisata Kubu Gadang merupakan sebuah desa wisata yang terkenal dengan konsep ekowisata, memadukan keindahan alam, kearifan lokal, serta budaya Minangkabau.

Hal ini membuka peluang untuk petani dan masyarakat desa untuk meningkatkan taraf perekonomian melalui penyediaan kegiatan kunjungan wisata.

Dalam wawancara bersama Kompas.com usai menerima penghargaan, Yuliza Zen mengungkapkan bahwa kemenangan tersebut tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Saya enggak optimis juara satu, karena secara bisnis misalnya dibandingkan peserta lain perputaran bisnisnya mencapai miliaran per tahun, kalau kami cuma berputar ratusan juta satu tahun. Tapi mungkin penilaian juri itu ada sisi-sisi lainnya, IMA sendiri kan menilai Sustainable Development Goals-nya juga. Jadi ini eggak hanya tentang uang, tapi juga seberapa besar yang terdampak,” kata Yuliza saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta, (06/12/2024).

Baca juga: 2 UMKM Terpilih sebagai Pemenang IMA Award 2023

Dalam menjalankan bisnis di desa wisata tersebut, sebelumnya Yuliza lebih banyak fokus pada pemberdayaan. Selain itu, dia juga menjalankan strategi bisnis untuk semakin memajukan Desa Wisata Kubu Gadang.

“Setelah pelatihan, saya jadi lebih memahami pentingnya mindset profit dan perluasan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yuliza.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Pemasaran, IMA Gelar UMKM Awards

Untuk itu, saat ini Yuliza tengah mempersiapkan diri untuk mengupayakan berbagai langkah strategis, termasuk meningkatkan sarana di Desa Wisata Kubu Gadang.

Melalui pelatihan yang juga difasilitasi oleh IMA, Yuliza juga mulai merancang strategi pemasaran yang lebih modern, termasuk penggunaan media sosial dan peningkatan standar pelayanan di desa tersebut.

“Sekarang kami sudah mulai mengelola data pengunjung dengan lebih baik, mengembangkan konten kreatif di media sosial, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Bahkan, meski belum bisa menggandeng influencer besar, kami sudah mendatangkan putri-putri daerah,” tambahnya.

Baca juga: Kisah Transformasi Pertanian Kopi di Desa Cikoneng

Sebagai juara pertama IMA UMKM Award 2024 kategori wisata, Desa Wisata Kubu Gadang mendapatkan hadiah berupa uang sejumlah Rp 30 juta. Menurut Yuliza, selain hadiah uang tersebut ia juga mendapatkan 'hadiah' networking yang justru menjadi kesempatan emas di mata Yuliza.

“Mudah-mudahan dengan ini banyak relasi yang didapatkan dari program IMA. Networking sih yang paling penting. Mungkin hadiahnya Rp 30 juta, tapi networking-nya saya rasa nilainya berkali lipat. Karena dengan ini kita ketemu banyak pihak, siapa tahu ada peluang-peluang baru, peluang investor mungkin,” pungkasnya.

Baca juga: Melalui Desa Devisa, Produk Tenun, Sagu, dan Kopi Gayo Jadi Penggerak Ekspor

Yuliza juga berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut mengembangkan potensi daerah.

“Desa wisata adalah rumah pemasaran bagi UMKM yang ada di daerah. Saya ingin lebih banyak anak muda yang sadar akan potensi ini, sehingga kita bisa bersama-sama membangun Indonesia,” harapnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau