Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Richard Theodore, Pebisnis Kuliner yang Sukses Hasilkan Omzet Puluhan Miliar Rupiah

Kompas.com, 23 April 2024, 14:55 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Richard Theodore (28 tahun), bisa dibilang seorang konten kreator yang berhasil menjalankan bisnis kuliner.

Salah satu bisnis yang dijalankannya adalah Sambal Bakar Indonesia yang telah memiliki 22 gerai dalam waktu dua tahun. Gerai tersebut tersebar di berbagai kota, seperti di Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Bali. 

Seluruh gerai tersebut dibangun sendiri oleh Richard bersama timnya dengan nilai investasi 5 hingga 10 miliar rupiah tiap gerainya. Richard mengeklaim, saat ini bisa menghasilkan Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar per bulan dari setiap gerai. 

Baca juga: Kisah Owner Ayam Hijrah, dari Pekerja Kantoran Hijrah Menjadi Pebisnis Kuliner Sukses

Sejak Kecil Bercita-cita Menjadi Pengusaha

Richard Theodore mulanya bukan berasal dari keluarga pengusaha. Akan tetapi, ia memang bercita-cita menjadi pengusaha sejak kecil. 

Sebelumnya Richard bersekolah di SMK jurusan Tata Boga, lalu melanjutkan ke Universitas Bina Nusantara jurusan manajemen bisnis. Setelah itu ia merintis usaha di bidang food and beverage

"Basic pendidikan saya ada di bidang kuliner, lalu lanjut di bidang manajemen bisnis saat berkuliah. Lalu saya sempat bekerja di Kawan Lama Group, tepatnya di Ace Hardware," ungkap Richard dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (8/4/2024).

Baca juga: Jeli Melihat Peluang, Evi Sukses Membangun Usaha Kuliner Damelecho

Menurut Richard, bisnis di bidang food and beverage merupakan salah satu bisnis yang akan bertahan dalam waktu panjang.

"Menurut saya, kuliner adalah bisnis yang tidak bisa mati, karena semua orang butuh makan. Setiap orang butuh konsumsi makanan dan minuman," ucap pebisnis kuliner dan konten kreator tersebut. 

Keputusan Richard dalam mendirikan bisnis Sambal Bakar juga bukan tanpa alasan. Ia menyebut, sambal bakar yang disajikan dengan makanan tradisional Indonesia seperti ayam dan bebek goreng sangat digemari masyarakat Tanah Air. 

Baca juga: Siswa SMKN Berinovasi Ciptakan Kuliner Khas Daerah Manggarai Timur

"Ini konsep yang bagus ya, sambal bakar yang dimakan bersamaan dengan makanan tradisional dapat menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat kita," ujarnya. 

Kemudian setelah mendirikan Sambal Bakar, Richard lanjut membangun usaha kuliner Seafood Bakaran. Usaha ini menggandeng dua Tiktokers, Ivan Laf dan Aidan Mirza. 

Richard Theodore pemilik Sambal Bakar Indonesiadok. Richard Theodore Richard Theodore pemilik Sambal Bakar Indonesia

Seafood Bakaran tersebut menghadirkan menu dengan harga kaki lima. Richard menyebut, hal ini dilakukan agar dapat menjangkau kelas bawah. 

Baca juga: 5 Tips Sukses Usaha Kuliner ala Dedy Syandera Owner Rendang Gadih

"Yang terbaru ada Seafood Bakaran. Pencinta seafood ada banyak sekali di Indonesia dan marketnya sangat jomplang. Nah, Seafood Bakaran ini hadir dengan harga kaki lima, serta tempat yang nyaman," lanjut pengusaha kuliner berumur 28 tahun tersebut. 

Selain mendirikan Sambal Bakar Indonesia dan Seafood Bakaran, Richard juga memiliki Rumah Makan Gratis di Kota Tangerang, yang didirikan pada 16 November 2023 lalu.

Rumah Makan Gratis tersebut menyediakan 500 porsi makan gratis per harinya.

Richard berharap, bisnis dan aksi sosial yang dilakukannya bisa terus memberikan dampak positif untuk banyak orang.

Baca juga: Festival Pecel Pincuk, Upaya Pemkot Madiun Promosikan Kuliner Daerah

Fokus pada Brand yang Dibangun

Sebagai pengusaha kuliner yang berhasil mendirikan Sambal Bakar Indonesia dan Seafood Bakaran, Richard membagikan sedikit tips untuk anak muda yang ingin berbisnis di bidang kuliner.

Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin bagi seseorang yang ingin sukses, termasuk meraup omzet puluhan miliar rupiah. Meski bisnisnya dimulai dari nol. 

"Saat melakukan bisnis dengan skema investasi, jangan sampai menipu orang. Fokus saja pada brand yang sedang dibangun. Jangan jadi kutu loncat yang punya banyak brand, tapi tutup semua," tegasnya. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau