Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pahami 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Brand di Media Sosial

Kompas.com - 03/06/2024, 16:55 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di era digital sekarang ini, penting bagi brand bisnis memanfaatkan media sosial sebagai sarana branding dan strategi marketing.

Namun, tentu harus dilakukan secara tepat, baik dalam pembuatan konten maupun saat berkomunikasi dengan audiens.

Sayangnya, tak sedikit admin media sosial sebuah brand, yang belum memahami bagaimana berkomunikasi dan membangun kedekatan dengan audiens.

Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam mengelola media sosial, karena berisiko menyebabkan reputasi brand menjadi buruk. 

Baca juga: Pentingnya Engagement di Media Sosial, Pelaku Usaha Wajib Tahu!

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan beberapa kesalahan yang sering dilakukan sebuah brand di media sosial.

1. Mengikuti Tren yang Salah

Demi meraih atensi audiens, memang tim marketing biasanya memanfaatkan tren yang sedang diikuti oleh netizen.

Namun, tidak semua tren bisa digunakan sebagai bahan konten. Seringkali tim marketing bisnis memanfaatkan tren yang salah.

Pemanfaatan tren yang salah disebabkan tidak adanya riset sebelum menggunakan tren tersebut. Akhirnya, konten yang diunggah justru menjadi bahan hujatan netizen. Selain itu, kesalahan ini juga bisa berdampak pada reputasi bisnis nantinya. 

Baca juga: 5 Pilihan Marketing Gratis untuk Bisnis selain Media Sosial

Sebelum menggunakan tren tertentu dalam konten media sosial, sebaiknya riset terlebih dulu latar belakang munculnya tren tersebut. Pastikan tren yang sedang ramai tidak menyinggung pihak mana pun, termasuk suku, ras, dan agama. 

2. Adu Argumen Untuk Menanggapi Komentar Negatif

Ketika muncul komentar negatif, kemungkinan kita memiliki niat untuk meluruskan atau menanggapinya.

Namun, hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan pernah menanggapi komentar negatif audiens dengan emosional, karena ini dapat membuat kamu beradu argumen dengan audiens. 

Adu argumen ini bisa membawa nama buruk bagi brand bisnismu.

Ada bbaiknya, sebagai pelaku usaha, kamu membuat standar operasional (SOP) khusus untuk menangani komentar negatif untuk tim yang mengelola media sosial. 

Baca juga: 6 Manfaat Media Sosial bagi UMKM Anda

3. Menulis Unggahan dari Sudut Pandang Pribadi

Isu di seluruh dunia seringkali berubah-ubah. Bahkan, ada beberapa isu yang bisa berkaitan dengan brand dan bisa memengaruhi nama baik bisnis.

Langkah yang biasa diambil yaitu menulis klarifikasi atau pernyataan sikap, lalu diunggah dalam media sosial. 

Jika melakukan hal tersebut, tim marketing tidak boleh menulis pernyataan sikap dari sudut pandang pribadi. Mereka harus menulis sesuai dengan kesepakatan dan visi misi dari bisnis mereka. 

Namun, bukan berarti tim marketing tidak boleh memiliki pendapat dari sudut pandang mereka. Tim marketing tetap dapat memberikan masukan, supaya pernyataan sikap tetap dapat menjaga nama baik bisnis. 

Baca juga: 6 Cara Mandiri Mengelola Media Sosial Bisnis tapi Tetap Profesional

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau