Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Febrianto Merintis Hastina Wedding, dari Jual Ponsel hingga Bisa Berdayakan 20 Teman

Kompas.com, 11 November 2023, 17:56 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.comMake Up Artist (MUA) merupakan salah satu jasa yang dicari banyak orang. Bukan hanya untuk merias pengantin di hari pernikahan, tapi juga berbagai momen seperti wisuda hingga ulang tahun. 

Febrianto alias Febri melihat peluang tersebut untuk menghasilkan cuan. Ia membangun bisnis dengan nama Hastina Wedding di tahun 2020.

“Saya tertarik masuk dunia rias wajah sejak Sekolah Dasar (SD). Hal ini karena saat itu di tempat saya, Rembang, ada suatu kesenian yang bernama Ketoprak, sebuah drama Jawa,” kata Febri (24) kepada Kompas.com saat wawancara online melalui WhatssApp pada Kamis (2/11/2023).

Baca juga: Simak 4 Rahasia Sukses Berbisnis Kopi Kemasan dari Brand Lelet Cangkir Jateng

Inspirasi Nama Hastina Wedding

Febri mengungkap, nama Hastina dipilih karena terinspirasi oleh sebuah nama kerajaan, yaitu Hastinapura.

“Saya berharap usaha ini bisa menjadi sebuah kerajaan besar dan panutan bagi semua MUA-MUA yang ada,” tutur Febri.

Ia memulai usaha ini, dengan mengumpulkan uang dari mengikuti vendor-vendor wedding saat kuliah di Semarang.

Baca juga: Dari Kampus ke Lapak Usaha, Transformasi Mahasiswa Menjadi Wirausaha

Aktivitas MUA Febrianto, Owner Hastina WeedingNur Wahyu Pratama Aktivitas MUA Febrianto, Owner Hastina Weeding

Menjual Ponsel untuk Modal

Hasil tabungan selama bekerja, yang sudah dikumpulkan Febri, sempat dibelikan dua buah ponsel, yakni Iphone Xr dan Iphone 11. Namun saat pandemi Covid-19, ia harus menjual ponselnya, karena tidak ada pemasukan.

"Saya dapat Rp 10 juta dari hasil menjual Iphone 11, lalu saya belikan baju pengantin dan aksesoris. Mulai dari situ, saya mencoba menerima pengantin pertama di perumahan Puri Mondoteko, Rembang," ungkap Febri.

Setelah itu, Febri mulai mengikuti perlombaan seperti lomba Arman Armano Akademi se-Indonesia sebagai wakil dari kota Tegal.

“Saya dapat juara empat lalu kembali lagi mengikuti lomba di Solo dan mendapat juara favorit. Dari situ nama Hastina Wedding mulai terkenal,” kata Febri.

Baca juga: Lanjutkan Bisnis Keluarga, Vera Damayanti Sukses Bikin Kopi Lelet Cangkir Beromzet Ratusan Juta

Buka Wedding Organizer dan Berdayakan Teman

Setelah usaha Make Up Artist-nya berkembang dan semakin terkenal, Febri mencoba melebarkan sayap usahanya dengan membuka wedding organizer.

“Saya mencoba menawarkan produk baru kepada pengantin seperti wedding organizer atau WO. Kalau wedding organizer, saya hanya membuka, tidak memiliki harga paketan. Harganya sekitar Rp 7 juta Hingga Rp 8 Juta bisa disesuaikan dengan permintaan pengantin,” jelasnya.

Baca juga: Cerita Nicky Clara, Penyandang Disabilitas yang Sukses Merintis Brand Fashion Kamu Wear

“Kalau harga make up itu sekitar Rp 8 juta sudah termasuk ibu dan bapak pengantin. Pengantin menggunakan tiga kali gaun, empat penerima tamu, dan make up pengapit anak-anak kecil cewek biasanya,” lanjut Febri.

Berkat kedua usahanya, kini Febri sudah memberdayakan sebanyak 20 orang dalam usahanya, dari teman kuliah dan teman Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, ia mampu melayani tiga hingga empat event setiap bulannya.

Tim Febrianto, Owner Hastina WeedingDokumentasi Pribadi Febrianto Tim Febrianto, Owner Hastina Weeding

Sulitnya Komunikasi dengan Pengantin

Salah satu kesulitan yang dialami Febri dalam menjalankan usaha MUA-nya, yaitu komunikasi dengan pengantin.

“Biasanya pengantin tidak ada komunikasi dalam negosiasi harga dan juga seringkali pengantin minta secara mendadak, sedangkan usaha ini butuh persiapan dari jauh-jauh hari,” ujar Febri.

Bukan hanya itu, ada juga pengantin yang belum bayar jasa wedding sampai saat ini sejak tahun 2020.

“Usaha ini juga tidak enaknya itu, banyak yang saling menjelekkan pesaing dan menjatuhkan harga, tapi saya sudah terbiasa dengan hal itu,” pungkasnya.

Baca juga: Kisah Owner Ayam Hijrah, dari Pekerja Kantoran Hijrah Menjadi Pebisnis Kuliner Sukses

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau