Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inovasi Ajik Krisna Membuat Produk Baru agar Digemari Konsumen

Kompas.com - 30/11/2023, 08:18 WIB
Fransisca Mega Rosa Mustika,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Inovasi produk bisa lahir dari persoalan yang dihadapi oleh pemilik usaha. Tidak terkecuali karena adanya pasokan yang tidak sesuai ekspektasi.

Hal serupa juga dialami oleh pemilik toko ritel Krisna Oleh-oleh Khas Bali milik Ajik Krisna. Dia kerap mendapati stok dari UMKM lokal kurang diminati konsumen karena kurangnya inovasi. Dari situ, dia memilih melakukan inovasi dan improvisasi dengan membuat produk sendiri.

Lantas, bagaimana cerita Ajik melakukan inovasi produk?

 

Menginisiasi Produk Baru

Hingga saat ini Ajik telah bekerjasama dengan 475 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali sebagai pemasok produk oleh-oleh yang dipasarkan melalui toko retailnya.

Untuk meningkatkan penjualan dan menarik minat pembeli, Ajik meminta para pemasoknya dapat melakukan inovasi.

Namun, dia kerap mendapatkan pasokan dari UMKM yang tidak mengalami pengembangan atau hanya memodifikasi resep dan tampilannya. Padahal, inovasi yang diinginkan Ajik adalah lahirnya produk baru yang berpotensi menarik pengunjung.

“Kalau saya bilang ke mereka untuk lakukan inovasi, sering kali mereka tidak bisa menghasilkan produk dengan inovasi yang memang berbeda. Sehingga saya sendiri juga harus bergerak dan memanfaatkan peluang ini,” kata Ajik saat diwawancarai Kompas.com dalam Pameran Cerita Nusantara di JCC, Selasa (28/11/2023).

Karena itu, dia berinisiatif membuat sendiri produk baru di antaranya adalah aneka kacang, pie susu, bakpia, pia kukus, dan beberapa varian menu baru lainnya.

Sejak melakukan inovasi, Ajik merasakan adanya pertumbuhan penjualan yang meningkat drastis di toko sentra oleh-oleh miliknya itu.

Baca juga: Kisah Sukses Tahu Jeletot Taisi, dari Teras Rumah hingga Punya 600 Mitra di Pulau Jawa

Melebarkan Sayap Jangkauan Krisna Bali

Menyadari bisnisnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, Ajik dengan mantap menambah tokonya di lahan yang berbeda.

“Karena toko kami selalu ramai bisa sampai ribuan orang yang datang berbelanja, akhirnya kami buka toko cabang,” ujar Ajik.

Ajik menyebutkan, hingga kini oleh-oleh Krisna sudah punya 34 toko.

“Jumlah outlet Krisna sampai tahun 2023 ini ada 34. Dalam waktu dekat, kami akan buka lagi, kurang lebih ada delapan mulai tahun 2024,” sambung Ajik.

Dikatakan Ajik, toko tersebut akan hadir di beberapa lokasi, seperti Yogyakarta, Ubud, dan Jakarta Utara.

Baca juga: Cerita Jauhar Asmara Merintis DJACKs Fried Chicken, Jual Mobil untuk Modal

“Penjualan kami masih terdorong kuat dari cara konvensional atau offline. Khususnya, orang lokal kalau ke Bali nggak beli oleh-olehnya secara langsung di toko kan kurang afdol rasanya,” pungkas Ajik.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!


Terkini Lainnya
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Program
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat 'Fun Run'
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat "Fun Run"
Program
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Training
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Program
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Program
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Program
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan 'Blended Finance' ke Adena Coffee
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan "Blended Finance" ke Adena Coffee
Program
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Jagoan Lokal
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
Training
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau