Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ide Usaha Kerajinan Tangan, Salah Satunya Manfaatkan Daur Ulang

Kompas.com, 22 Desember 2023, 17:03 WIB
Fransisca Mega Rosa Mustika,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kerajinan tangan merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan di mana saja. Hal ini didasari karena kerajinan tangan tidak membutuhkan tempat yang luas dan peralatan yang mahal.

Selain itu, kerajinan tangan juga dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki keterampilan dan kreativitas yang memadai.

Tak heran jika kerajinan menjadi salah satu peluang usaha menjanjikan yang dpilih banyak orang.

Baca juga: Kisah Jefri Wardana Merintis Usaha Kerajinan dari Bambu, Berawal sebagai Sampingan

Sebelum memulai usaha kerajinan tangan, biasanya orang-orang akan mencari ide dan inspirasi, agar mereka dapat menghasilkan produk kerajinan yang sesuai dengan minat.

Pencarian ide dan inspirasi dapat kamu lakukan secara online dengan melihat berbagai situs kerajinan, atau menggali berbagai informasi dari internet.

Buat kamu yang tertarik dengan usaha dari kerajinan tangan, simak lima ide usaha berikut yang bisa kamu coba.

1. Kerajinan dari Clay

Untuk memulai usaha kerajinan dengan bahan dasar clay, kamu sebaiknya mencari tahu lebih lanjut mengenai ragam jenis clay, teknik pembuatan kerajinan yang benar, hingga cara merawat produk hasil akhirnya.

Atau, kamu bisa menggunakan bahan keramik bekas untuk menciptakan produk baru seperti vas bunga, piring wadah, atau dekorasi rumah lainnya.

Jika kamu menggunakan keramik bekas sebagai bahan dasar, kamu telah mengambil aksi untuk menekan limbah keramik dan menawarkan produk unik dengan sentuhan ekologi.

Baca juga: Kiat Bisnis Kerajinan dari Tanah Liat, Bisa Tembus Pasar Luar Negeri

2.Produk Rajutan atau Crochet

Membuat produk rajutan dapat menghasilkan banyak jenis kreasi, misalnya tas jinjing, bucket hat, produk pakaian, dan berbagai aksesoris yang memiliki berbagai motif dan ukuran.

Hasil produk rajutan memiliki nilai estetika yang tinggi, ramah lingkungan, dan menjadi tren di kalangan muda-mudi saat ini.

Tampilannya yang unik dan bisa disesuaikan dengan keinginan pembuat ataupun pembeli, menjadikan harga jual produk rajutan lebih mahal dibandingkan dengan produk non rajut.

Agar dapat menyesuaikan dengan harga jual yang tinggi, kamu juga harus memerhatikan kualitas dan jenis bahan, serta mempertimbangkan tingkat kerumitan dari pola produk yang dihasilkan.

Baca juga: 4 Tips Sukses Bagi Pelaku Kerajinan Tangan ala Hanna Keraf, Founder Du Anyam

3. Kerajinan Kayu Minimalis

Jika kamu mau, kamu bisa menghasilkan produk seperti perabotan rumah tangga, lampu, atau aksesori dari kayu dengan desain minimalis.

Dengan desain yang simpel namun elegan, memiliki daya tahan tinggi, ini akan cocok untuk berbagai interior rumah ataupun pemanis sudut-sudut ruang di dalam rumah maupun kantor.

Kamu tidak harus menggunakan jenis kayu tertentu dan membeli bahan kayu utuh yang harganya selangit.

Kamu dapat membeli bahan kayu sisa, yang sekiranya ukuran serta bentuknya masih memadai untuk digunakan kembali.

4. Aksesoris dari Kertas Daur Ulang

Banyak yang sudah memulai bisnis sebagai penghasil aksesoris. Namun, ada ide unik yang bisa kamu gunakan jika kamu tertarik untuk berbisnis aksesoris.

Kamu bisa membuat aksesoris seperti kalung, anting, atau gelang dari kertas daur ulang. Namun sebelumnya, kamu tentu harus mempelajari teknik pembuatan produk ini.

Menghasilkan aksesoris dari bahan daur ulang bersifat ramah lingkungan, memiliki keunikan, dan menawarkan variasi warna dan desain yang tidak terbatas dari produk serupa yang sudah ada.

Baca juga: Manfaatkan Rotan dan Kayu Jadi Produk Furnitur, Rizal Berhasil Ekspor ke Timur Tengah

5. Buket Bunga Kertas

Ide kelima adalah usaha buket bunga kertas yang bisa dijadikan hadiah berumur panjang, karena tidak memiliki masa hidup.

Bunga kertas dapat dibuat dengan berbagai warna, ukuran, dan bentuk sesuai dengan yang diinginkan sang pembeli. Ini memberikan fleksibilitas dan kesan personal kepada pembeli untuk mendapatkan buket yang sesuai dengan tema atau preferensi mereka.

Baca juga: 5 Kiat Sukses Bisnis Buket

Buket bunga kertas seringkali menjadi pilihan bagi mereka yang mencari dekorasi yang indah dan menarik untuk berbagai acara.

Setiap ide usaha di atas memiliki potensi pasar yang luas dengan sentuhan kreatif dan inovatif. Kunci sukses terletak pada kualitas produk, pemahaman pasar, dan teknik pemasaran yang efektif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau