Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Hobi Gambar dan Koleksi Tas, Kikie Ciptakan Tas Motif Batik Hingga Berhasil Dipajang di Uniqlo

Kompas.com, 2 April 2024, 20:05 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Produk D’Stories Indonesia yang Dipajang di Uniqlo

Pada awalnya, Kikie memang berfokus pada tas. Namun, seiring berjalannya waktu Kikie merambah kepada botol minuman, mukena, sajadah, dan juga dompet yang semuanya bermotif Batik. Hal itu mendapat respon yang baik karena keunikannya yang memadukan batik.

D’Stories Indonesia pernah ikut dan lolos Kurasi Uniqlo. Benefitnya, produk-produknya dapat dipajang di salah satu gerai Uniqlo di mal-mal di Jakarta.

“Kurasi Uniqlo itu diikuti oleh banyak UMKM. Waktu itu sih dibilang sama pihak sana, kepilih salah satunya karena produk dompet saya, yaitu wallet organizer. Katanya unik soalnya multifungsi ada tempat buat handphone, uang, kartu, dan lainnya,” beber Kikie.

Kikie mengaku setelah produk-produknya dipajang di Uniqlo itu sangat membantu mem-branding D’Stories Indonesia menjadi punya nama dan diketahui oleh banyak orang.

Baca juga: 7 Langkah Merintis Bisnis Tas Branded dan Cara Cek Keasliannya

Modal, Omzet, dan Target Pasar

Modal yang Kikie gunakan untuk membangun D’Stories Indonesia berkisar di angka Rp 10 juta. Saat sekali produksi dengan menggunakan bujet tersebut akan menghasilkan omzet yang lumyan. Omzet itu akan digunakan untuk produksi secara terus menerus dengan pola yang sama.

“Kalo dirata-ratakan sekitar Rp 10 juta, tapi itu sebenarnya tergantung dari permintaan, kalau banyak permintaan modal pasti besar juga. Omzetnya pun cukup untuk membiayai tenaga kerja kami, cukup untuk memproduksi ulang, dan cukup untuk disimpan pribadi,” ujar Kikie.

Produksi atau pengerjaan produk D’Stories Indonesia memakan waktu 1-2 hari untuk dapat selesai. Produk-produk D’Stories dibanderol mulai dari harga Rp 50.000 hingga yang termahal Rp 1 jutaan. Setiap bulannya puluhan produk dapat terjual.

Memasarkan produknya dengan harga segitu, target pasar yang ingin disasar Kikie adalah usia 30 ke atas dan juga kelas menengah.

“Saya pasang harga segitu sebenarnya biar semua bisa afford dan supaya enggak terpaku pada suatu target pasar. Saya ingin produk ini bisa masuk ke seluruh masyarakat,” katanya.

Tenaga Kerja dan Tantangan Konsistensi Kualitas Produk

Sampai saat ini Kikie mengaku hanya mempunyai satu tenaga kerja untuk penjahitan produknya. Kikie rela untuk menyekolahkan orang tersebut menjahit agar bisa menjahit untuk produk-produk Kikie.

Selain itu ia juga bermitra dengan pengrajin dan penjahit lainnya agar dapat menghasilkan seperti yang Kikie mau.

Kikie merasa tantangan yang ia hadapi adalah pada konsistensi kualitas produknya yaitu pada permasalahan penjahitan itu. Satu penjahit dengan penjahit lainnya kerap tidak sama saat menghasilkan suatu produk.

Baca juga: Kisah Stellar Coronae, Usaha Kerajinan Bunga Kering yang Berawal dari Hobi

Selain masalah penjahitan, ia sangat ingin tetap memproduksi dengan biaya yang terjangkau agar bisa dijangkau. Maka dari itu Kikie menggunakan seluruh bahan dari dalam negeri yang mempunyai kualitas bagus.

“Tapi semuanya ada solusinya, untuk mempertahankan kualitas, kami punya standar. Jadi produk dapat dipasarkan hanya setelah saya setujui. Jika belum, maka harus selalu diperbaiki dan dipelajari terus,” jelas Kikie.

Pemasaran D’Stories Indonesia

Saat ini Kikie memasarkan produk-produk D’Stories dengan menggunakan media sosial Instagram (@dstories.id) dan Tiktok, lewat e-commerce Tokopedia, hingga aplikasi Padi UMKM. Untuk pemasaran langsungnya, Kikie hanya mengandalkan pameran atau bazar.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau