Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Hotifah, Merintis Bisnis Kentang Mustofa Bermodal Rp 500 Ribu Setelah Kena PHK

Kompas.com - 05/04/2024, 12:23 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Kendala Pemasaran Produknya

Selama dua tahun menjalankan bisnisnya, Hotifah mengaku merasakan kendala, terutama soal pemasaran. 

“Pembeli saya kebanyakan yang itu-itu lagi, jadi kayak berputar di situ-situ saja, karena saya enggak punya budget lebih juga buat iklan atau pemasaran yang lain. Jadi untuk marketing memang saya handle sendiri,” tutur Hotifah.

Sejauh ini, ia memanfaatkan media sosial Instagram (@maipehfood), e-commerce seperti Shopee, reseller yang telah tersebar di seluruh daerah Jakarta, dan berbagai pameran.

Support Pemerintah

Namun kendala yang ia alami, mulai menemukan jalan keluar, saat Maipeh Food menjadi binaan Pegadaian dan BRI.

Pasalnya, dengan menjadi binaan, Hotifah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan seputar digital marketing, packaging produk, dan sebagainya.

“Pegadaian dan BRI itu sedang menggalakkan UMKM agar bisa naik kelas. Maka dari itu saya juga melek dan mencari bantuan-bantuan pemerintah untuk Maipeh Food,” aku Hotifah.

Dengan bantuan dari Pegadaian dan BRI, Hotifah mengaku sangat terbantu mengatasi kendala pemasaran produk kentang mustofa-nya itu, karena mereka selalu mengajak Maipeh Food untuk selalu ikut pameran di berbagai daerah.

Selain itu, produk Maipeh Food juga mendapat kesempatan untuk dijual di vending machine stasiun Gambir dan juga Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga: Kisah Sukses Khalid, Bisnis Produk Herbal Bermodal Uang Pesangon PHK

“Pemerintah sudah membantu pemasaran dalam negeri, membuat kentang mustofa Maipeh Food bisa sampai bahkan ke Pulau Sumatera. Untuk ke depannya saya ingin naik level, semoga Maipeh Food bisa ekspor ke luar negeri juga,” tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau