Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dinamisnya Industri Perkakas Logam yang Menghidupi Banyak Warga di Citeureup

Kompas.com, 24 April 2024, 08:06 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Hadirnya korporasi yang bergerak di industri manufaktur di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Jawa Barat turut berimbas pada lahirnya banyak pelaku usaha pengolahan skala rumah tangga.

Ada beragam pelaku pengolahan yang bisa dijumpai di kawasan ini, mulai dari makanan hingga peralatan yang berbahan baku logam untuk berbagai keperluan.

Salah satu industri skala rumah tangga yang bisa dijumpai di kawasan ini adalah industri pembuatan alat-alat dapur dan perkakas rumah tangga. Di sejumlah perkampungan serta perumahan, pelaku usaha ini bisa ditemui dengan mudah.

Baca juga: Melihat Geliat Kampung Layang-layang di Cimande Kabupaten Bogor

Banyaknya pelaku usaha ini kemudian mampu melahirkan ekosistem bisnis yang cukup besar. Di dalamnya tak hanya berisi para perajin atau produsen alat, namun juga mencakup pemasok serta pemasar.

Industri penyedia jasa ekspedisi pun juga turut mendapatkan berkah dari hadirnya ekosistem bisnis ini. Setiap hari, ribuan unit alat-alat rumah tangga dibawa dari Citeureup untuk memenuhi permintaan konsumen di berbagai daerah.

Alih-alih saling bersaing, para pelaku industri pembuatan perkakas tersebut saling menopang satu dengan lainnya. Ketika permintaan yang diterima seorang perajin mengalami kenaikan, dia tidak segan meminta bantuan produsen lainnya untuk memenuhi stok.

Demikian sebaliknya, si perajin juga siap memenuhi permintaan dari pelaku usaha lainnya ketika mereka memerlukan barang yang tidak bisa dipenuhi sendiri.

Manfaatkan Platform E-Commerce

Salah satu produsen dan pedagang perkakas dapur di kawasan ini adalah Sukma Maulana (41), yang telah menggeluti usaha tersebut sekitar 4 tahun belakangan ini.

Bagi Sukma Maulana, banyaknya pelaku usaha ini di sekitar tempat tinggalnya memungkinkan dia ikut ambil bagian di dalamnya. Meskipun sebelumnya, dia tak pernah berkecimpung di sektor ini.

Pria yang kerap dipanggil Olan tersebut mengisahkan bagaimana dia dengan mudah memulai usaha ini, ketika bisnis servis dan jual-beli komputer mulai meredup dan akhirnya dia sempat menjadi driver ojek online.

Baca juga: 7 Alasan Pentingnya E-Commerce untuk UMKM

“Saya punya banyak saudara yang memproduksi alat-alat seperti loyang dan sebagainya. Tetangga pun juga tak sedikit yang bekerja membuat perkakas ini. Saya akhirnya berpikir untuk ikut jual-beli perkakas dapur utamanya loyang kue,” kata Olan saat ditemui di rumahnya, Senin (22/4/2024).

Usaha yang dijalani Olan perlahan-lahan berkembang. Untuk memenuhi permintaan yang semakin besar, dia mulai menggandeng sejumlah mitra yang secara khusus memasok barang kepadanya.

Setidaknya ada enam keluarga yang dia gandeng untuk membuat perkakas logam. 

Selain itu, dia juga mulai menyiapkan bengkel produksi sendiri yang tujuannya untuk menekan biaya. Dengan demikian, harga yang diberikan ke konsumen bisa lebih kompetitif ketimbang mengambil dari perajin lain.

Baca juga: Mengintip Guyubnya Perajin Tempe di Kampung Sanja Citeureup Bogor

Olan lebih banyak mengandalkan e-commerce. Dia memiliki sejumlah toko di beberapa platform perdagangan online.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau