Mungkin saja bisnis lain lebih update dengan tren-tren terbaru, sehingga produknya lebih laku di pasaran.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan benchmarking agar kamu tetap mengikuti minat pasar.
Jangan sampai produk yang kamu tawarkan sudah tertinggal, ini bisa membuat bisnis kamu sepi pembeli karena kamu tidak menyediakan apa yang saat ini sedang banyak dicari orang.
Baca juga: Ini Strategi agar Dapatkan Pembeli dari Sekitarmu
Benchmarking erat kaitannya dengan metode ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Sebenarnya ini hal yang umum terjadi dalam dunia bisnis, selama kamu tidak melakukan plagiarisme.
Harus ada pembeda dan tidak menjiplak karya orang lain, meskipun kamu terinspirasi olehnya.
Dari inspirasi yang kamu dapat saat melakukan benchmarking, kamu bisa mengembangkannya dengan modifikasi kamu sendiri. Ini memungkinkan bisnis kamu menciptakan inovasi baru.
Karena kamu bisa meng-upgrade produk kamu dengan spesifikasi yang lebih unggul menggunakan ide-idemu. Tentunya ini menjadi nilai tambah, jika kamu berhasil menghasilkan inovasi baru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang