“Keluarin produk baru kan perlu tester. Jadi dokter itu mengawasi penuh bagaimana prosedur kita memberikan percobaan ke orang,” jelasnya.
Baca juga: Kisah Fatma, Lulusan Tata Rias yang Banting Setir jadi Pebisnis Kue
Aji mengaku ia lolos LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Negeri Semarang (UNNES).
“Kampus saya, Unnes, punya program kewirausahaan untuk mahasiswa yang punya bisnis,” pungkasnya.
Setelah lolos, Aji mendapatkan pelatihan kemampuan berbisnis hingga marketing. Tidak hanya pelatihan, Aji mengaku ia mendapat suntikan dana dari pihak kampusnya.
Ia sangat bersyukur dan berterima kasih dengan segala bantuan yang diterimanya. Aji berharap ke depannya ia dapat melakukan ekspor ke luar negeri. Menurutnya peluang produk herbal, seperti slimming detox tea Asskin sangat tinggi.
“Orang luar suka produk tanaman herbal, apalagi Indonesia terkenal akan rempah-rempahnya. Harapannya ya itu, pengen bisa ekspor ke Asia,” kata Aji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang