Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intip Cara Owner 101 Coffee House and Roastery dalam Menggunakan KUR

Kompas.com - 17/11/2024, 15:13 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PONTIANAK, KOMPAS.com – Di Indonesia, terdapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dijadikan sumber pinjaman modal untuk menjalankan usaha. KUR adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah, yang memberikan pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

KUR ini dapat menjadi solusi jika UMKM membutuhkan modal dengan bunga rendah dan ingin menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan bisnisnya. Ada banyak UMKM yang sudah berhasil berkembang dengan menggunakan KUR.

Seperti Siti Mashita (42), owner 101 Coffee House and Roastery, yang membuktikan bagaimana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menjadi solusi praktis untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Shita sudah menggunakan KUR sejak ia berbisnis furniture di tahun 2008, awalnya Shita meminjam KUR BRI sebesar Rp 50 juta pada tahun tersebut. Kini, Shita sudah berbisnis kopi dan pinjamannya mencapai Rp. 500 juta.

Baca juga: Owner 101 Coffee House and Roastery Ungkap Manfaat Menggunakan KUR bagi UMKM

Dari modal yang ia dapatkan tersebut, Shita bisa mengelolanya dengan baik hingga bisnisnya bisa menghasilkan omzet mencapai ratusan juta dalam sebulan.

Melalui pengalamannya tersebut, ia berbagi beberapa tips bagi UMKM dalam menggunakan KUR dengan baik. Bagaimana cara menggunakannya? Simak penjelasan dari Shita berikut ini,

1. Buat Pencatatan Keuangan yang Ketat

Dalam menggunakan KUR, banyak UMKM yang pada akhirnya tidak berkembang karena mereka seringkali tidak menggunakan keseluruhan dana untuk dijadikan modal usaha. Justru, banyak yang mengalokasikan pinjaman KUR tersebut untuk keperluan lain, misalnya memberi uang jajan anak, untuk uang belanja istri, dan semacamnya.

Padahal, menurut Shita, KUR seharusnya dimaksimalkan untuk mengembangkan usaha terlebih dahulu. Jika sudah ada omset dan pendapatan, baru bisa digunakan untuk keperluan lain.

Baca juga: Perjalanan Siti Mashita Bangun 101 Coffee House Roastery dengan KUR

“Biasanya Kelemahan UMKM itu, mereka tidak mencatat, tidak tertib, dan tidak disipin. Akhirnya modal terpakai untuk keperluan bukan usaha. Itu yang bikin asal mula usaha kita hancur,” katanya saat berbincang dengan Kompas.com, (11/11/2024).

Maka dari itu, Shita menekankan pentingnya disiplin dalam pencatatan keuangan. Mulai dari pencatatan pengeluaran harian, pemasukan, hingga perencanaan bulanan, semua perlu di data dengan baik.

Dengan pencatatan yang rapi, pemilik usaha dapat lebih mudah menganalisis kondisi bisnis, seperti profit dan cash flow. Pencatatan juga akan memudahkan dalam mengevaluasi kemampuan bisnis untuk membayar cicilan pinjaman dengan aman.

Baca juga: Tantangan Menggunakan Konsinyor dalam Bisnis dengan Sistem Konsinyasi

“Saya sebelumnya bekerja sebagai accounting, pernah kerja di perusahaan besar. Kemudian untuk di bisnis yang saya jalani sekarang ini saya coba menerapkan ilmu-ilmu apa saja yang mereka pakai kemarin. Walaupun awalnya bisnis saya masih kecil, saya coba terapkan pencatatan keuangan, disipin keuangan, alokasi dana,” jelas Shita.

2. Analisis Kemampuan Membayar Pinjaman

Sebelum mengajukan KUR, Shita menyarankan agar pemilik UMKM melakukan perhitungan menyeluruh terkait kapasitas usaha mereka dalam mencicil pinjaman. Dengan pertimbangan matang, pinjaman KUR akan lebih efektif mendukung bisnis tanpa menimbulkan beban finansial yang berat.

“Kita pasti butuh tambahan modal untuk membesarkan usaha, tapi harus dengan pencatatan analisa yang tepat. Jangan sampai pinjaman itu malah istilahnya menghancurkan kita, makanya harus ada pencatatan dianalisa,” pungkasnya.

Baca juga: Konsinyor: Penjelasan dan Perannya dalam Konsinyasi Bisnis

“Misalnya kita pinjam KUR, mampu enggak bayar sekian? kalau kita pinjam sekian nanti omset kita berapa? apakah untung? kayak gitu. Nah, ini kita harus analisa dan itu akan sangat-sangat membantu. Seperti saya dari dulu awalnya pinjam Rp 50 juta, sekarang hampir dapat RP 500 juta, itu saya betul-betul manfaatin buat usaha dan Alhamdulillah Omset saya meningkat,” jelas Shita kemudian.

3. Alokasikan Modal untuk Pengembangan Bisnis

Shita juga menyarankan agar UMKM bisa mengalokasikan dana KUR fokus untuk memperluas bisnis, menambah inventaris, atau meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pengembangan jangka panjang seperti ini membuka kesempatan usaha untuk mengakses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

"Modal awal kami sekitar Rp 400 juta rupiah untuk coffee shop pertama. Sekarang, pinjaman usaha kami di KUR BRI sudah mencapai Rp 500 juta, itu sudah jumlah maksimalnya. Semua itu digunakan untuk pengembangan bisnis," jelas Shita.

Baca juga: Menteri UMKM Yakin KUR Tepat Sasaran dan Berkualitas

Mengajukan KUR juga bisa menjadi strategi untuk menyiapkan bisnis di masa depan, misalnya mengembangkannya dengan membuka cabang baru seperti Shita.

Melalui modal yang ia dapat dari KUR BRI, kini ia bisa memperluas 101 Coffee House ke beberapa cabang baru dan membeli mesin roasting dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

“Produksi kopi kami sebesar 600-700 kilogram per bulan dan memasok ke berbagai daerah di Kalimantan Barat serta kota-kota besar lainnya. Kami juga ada beberapa cabang dan sudah mempekerjakan 16 orang karyawan, include barista dan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.

4. Jangan Takut Ambil Pinjaman Jika Punya Rencana Bisnis

Sitha menyarankan agar pemilik UMKM tidak ragu memanfaatkan KUR jika mereka telah membuat rencana bisnis yang matang dan disiplin dalam mengelola keuangan. KUR bisa menjadi alat penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha jika dikelola dengan baik.

Baca juga: Panduan Melakukan Referral Marketing untuk UMKM

Namun, ia juga menekankan bahwa kedisiplinan dan komitmen pada tujuan bisnis harus menjadi fondasi utama.

“Jangan takut meminjam KUR, kalau memang kita betul analisanya itu aman, yang penting disiplin keuangan. Selain itu, banyak juga kerjasama bisa dengan investor. Intinya jangan takut untuk meminjam modal, kalua memang kita mau jadi pengusaha,” tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau