Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Ryan, Berbisnis Helm Anak Berawal dari Rasa Peduli

Kompas.com, 21 November 2024, 11:10 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Ryan terus berusaha memasarkan helm anak yang diproduksinya. Ia tidak menyerah meskipun pasar yang ia sasar awalnya masih terbatas. Peluang demi peluang terus ia gali demi membesarkan bisnisnya tersebut.

Keseriusan membangun bisnisnya ini ia upayakan dengan bergabung di Lazada pada tahun 2019 untuk memperluas pasar, Ryan menyadari bahwa potensi pasar di platform digital pun saat itu mulai berkembang dan ia tak ingin melewatkan kesempatan ini.

Ryan yang mencoba memasuki dunia digital mulai memanfaatkan berbagai fitur e-commerce khususnya Lazada seperti kampanye Flash Sale, pelatihan di Lazada University, dan layanan Cash-on-Delivery (COD). Terbukti, upayanya ini membuat Hijmuku semakin berkembang.

Hasilnya luar biasa, omzet Hijmuku terus meningkat. Semakin besar keyakinan Ryan terhadap industri bisnis, membuat Ryan meluncurkan brand helm anak bernama Joykidz pada tahun 2022.

Baca juga: Cerita Upit Pitrianingsih Rintis Bisnis Produk Buah Kering saat Pandemi

Melibatkan Komunitas Lokal

Keberhasilannya ini bukan berarti ia bisa lepas dari tantangan dunia bisnis, justru menurutnya semakin berkembang bisnsinya tersebut membawa tantangan baru dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Hasil produksi Hijmuku mulai tidak bisa mengimbangi permintaan pelanggan. Nampaknya, Ryan butuh lebih banyak tenaga yang bisa membantunya memproduksi helm anak.

Sehingga untuk mengatasi tantangan ini, Ryan melibatkan lebih dari 200 keluarga untuk membantu proses produksi helm Joykidz. Dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 helm per hari, Hijmuku tidak hanya memenuhi permintaan pasar tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi komunitas di sekitarnya.

Baca juga: Cerita Arsani Membangun HOFI, Inovasikan Kopi Gula Aren dan Kopi Jamu

Nek nduwi rejeki yo dibagi-bagi (kalau ada rezeki, ya dibagi-bagi). The real power of emak-emak, bisa membantu produksi helm Hijmuku dengan efisien. Jadinya saya tidak lagi kesusahan memenuhi pesanan,” kata Ryan sambil menyelipkan prinsip hidupnya tersebut.

Kini, lebih dari 250 karyawan dan mitra bekerja bersama Ryan. Ia juga rutin mengadakan pelatihan untuk memberdayakan mereka, mulai dari manajemen waktu hingga pemasaran digital.

Hijmuku tak hanya menjadi solusi untuk mendorong keselamatan anak-anak saat berkendara, tetapi juga menjadi harapan baru karena berdayakan masyarakat desa.

“Bagi saya, berbisnis memang tidak selalu soal memperkaya diri sendiri, namun juga bagaimana kita bisa menyediakan produk yang memang berguna dan bisa sekaligus memberdayakan komunitas masyarakat di sekitar kita,” katanya.

Baca juga: Cerita Senoaji Bisnis Online, Berhasil Naikkan Omzet Hingga 800 Persen

Mimpi yang Lebih Besar

Hijmuku adalah bukti bahwa mimpi dan kepedulian seorang pemuda dari desa kecil di Surabaya, bisa membawa perubahan besar. Ryan berhasil menjadi pebisnis yang tidak hanya sukses secara finansial tetapi juga berdampak untuk sekitarnya.

Mimpi Ryan kini adalah menjadikan Joykidz sebagai merek helm anak terkemuka di Asia Tenggara. Dengan dukungan tangan-tangan kreatif masyarakat desa, ia terus berinovasi menciptakan helm yang unik, aman, dan nyaman untuk anak-anak.

“Berkat tangan kreatif warga pula, saya bisa terus berinovasi, menghadirkan helm unik yang pasti aman dan tetap nyaman untuk seluruh keluarga. Mimpi saya adalah membawa brand Joykidz untuk meng-helm-kan anak-anak, tidak hanya di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara,” tambah Ryan.

Baca juga: Cerita Para Disabilitas Berwirausaha, dari Desain sampai FnB

Melihat keberhasilan Ryan yang dalam hal ini juga menggunakan e-commerce Lazada dalam berbisnis, Chief Business Officer Lazada Indonesia, Stefan Winata, mengakatakan Lazada memainkan peran penting dalam mendukung pengusaha seperti Ryan.

“Kisah sukses banyak penjual lokal di Indonesia menjadi inspirasi untuk terus menguatkan komitmen kami mendorong pemberdayaan bisnis lokal di Indonesia. Khususnya pengusaha seperti Ryan, yang memiliki semangat pemberdayaan komunitas yang serupa dengan kami di Lazada,” tutur Stefan.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Sedunia pada tanggal 20 November 2024, Lazada juga menyuarakan kesadaran pentingnya melindungi anak saat berkendara, seperti yang Hijmuku lakukan melalui produknya.

Baca juga: Cerita Stefania Menjalankan Bisnis Moaci Gemini, Mochi Khas Semarang Sejak 1985

Sebagai bagian dari strategi hiperlokal, Lazada memulai implementasinya di Surabaya. Mereka mendukung pengusaha lokal dengan membangun rantai pasok lokal, mengurangi biaya pengiriman, dan mempercepat proses pemenuhan pesanan.

“Kami akan terus mengembangkan berbagai program, fitur, dan inisiatif yang didukung teknologi canggih di Lazada yang diharapkan bisa memudahkan pebisnis lokal untuk membuka pasar baru dan mendorong penjualan,” tambah Stefan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau