Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Rizka Fadilla, Buat Kertas Bibit Pohon dari Limbah Kertas

Kompas.com, 25 November 2024, 17:08 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Dengan kisaran harga mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 25.000, produk ini banyak dilirik oleh mereka yang peduli lingkungan. Menariknya, Riska mengatakan bahwa saat ini yang sudah mulai tertarik dengan produk-produk keberlanjutan ini justru para Gen Z.

Melihat mereka yang paling banyak tertarik dengan proyek ini, tak heran Riska menyasar target pasar para anak muda yang saat ini semangat berkontribusi dengan produk ramah lingkungan.

Baca juga: Cerita Upit Pitrianingsih Rintis Bisnis Produk Buah Kering saat Pandemi

“Mereka sering melihat konten kami di TikTok, bahkan pernah viral. Banyak yang penasaran, kok bisa kertas ditanam? Kemudian mereka kepo dengan produk-produk kami. Akhirnya mereka tertarik untuk membeli. Walaupun misalnya sekedar beli kartu ucapan, mereka ingin juga memberikan dampak terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Riska.

Namun, memang tidak semua orang langsung memahami manfaat dari kertas bibit ini. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya keberlanjutan. Riska mengakui bahwa edukasi menjadi tantangan terbesarnya.

“Masyarakat Indonesia sebagian besar belum terlalu aware terhadap sustainability. Jadi, kami harus memberikan effort lebih untuk menjelaskan bagaimana kertas ini bisa membantu mengatasi masalah limbah,” kata Riska.

Baca juga: Cerita Arsani Membangun HOFI, Inovasikan Kopi Gula Aren dan Kopi Jamu

Berdayakan Kaum Marjinal

Selain berkontribusi terhadap keberlanjutan dan berdampak pada lingkungan, Seed Paper Indonesia juga memberikan dampak sosial.

Usut punya usut, Riska mempekerjakan kaum marjinal seperti mereka yang putus sekolah sejak SD, serta mahasiswa yang membutuhkan penghasilan tambahan.

"Dalam produksi, artisan kertas kami dari kaum-kaum marjinal. Mereka ini orang-orang yang putus sekolah dari SD, yang susah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Beberapa diantaranya juga Mahasiswa-mahasiswa yang belum bekerja Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, itu kami biasanya dibantukan untuk freelancer," paparnya.

Limbah kertas dari masyarakat sekitar juga mereka tampung. Sehingga bsinisnya ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

Baca juga: Cerita Senoaji Bisnis Online, Berhasil Naikkan Omzet Hingga 800 Persen

“Untuk di masyarakat sekitar juga kami biasanya menampung sampah kertas dari mereka. Jadi itu menimbulkan impact sosial ekonomi, biasanya kertasnya cuma dibuang tapi kalau dikumpulkan itu bisa jadi tambahan gitu buat mereka,” imbuhnya.

Bisnis Berkelanjutan Untuk Masa Depan

Kini Seed Paper Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ratusan brand dan memiliki partner di pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Hongkong hingga Dubai dan Spanyol melalui model Business to Business.

Tak kalah menarik, Riska juga memberikan sedikit informasi bahwa mereka sedang berencana mengembangkan kertas yang bisa menumbuhkan pohon untuk menciptakan hutan kecil.

Bukan hanya tanaman kecil seperti sayur dan bunga, tetapi akan ada kertas yang bisa tumbuh menjadi pohon. Dari pohon dan kembali menjadi pohon.

Baca juga: Cerita Para Disabilitas Berwirausaha, dari Desain sampai FnB

Bagi Riska, bisnis ini lebih dari sekadar mencari keuntungan. Ia berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk memulai langkah kecil demi masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, menumbuhkan bisnis bukan hanya persoalan menumbuhkan perekonomian semata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk keberlanjutan. Masa depan bukan hanya tentang teknologi dan AI, tetapi juga tentang keberlanjutan.

“Kami mengajak juga semua orang untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau misalnya enggak sekarang, kapan lagi? Masa depan yang kita angan-angankan akan lebih baik itu tidak akan bisa tercapai kalau tidak dimulai hari ini,” ucap Riska dengan optimistis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau