Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips biar Bisnis Es Teh Makin Laris Manis

Kompas.com, 5 Desember 2024, 18:07 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bisnis es teh merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Indonesia. Teh merupakan salah satu minuman yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia.

Selain karena memiliki pangsa pasar yang luas, bisnis ini juga relatif mudah dijalankan. Menjadi salah satu bisnis yang timeless, berjualan es teh memang bisnis yang sebenarnya minim risiko.

Namun, dengan peluang yang besar ini tentu saja membuat banyak sekali pengusaha yang juga ingin mencoba keberuntungan di industri ini. Sehingga, persaingan yang ketat menuntut pelaku usaha untuk cermat dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya.

Baca juga: 6 Alasan Bisnis Es Teh Bisa Laris Manis di Indonesia

Bisnis es teh pun juga perlu strategi, berikut ini adalah beberapa tips dalam berbisnis es teh yang mungkin bisa membantu kamu meraup cuan lebih banyak, seperti dilansir beberapa sumber termasuk ireappos.com,

1. Kenali Pasar

Sebelum memulai bisnis, termasuk saat ingin berbisnis minuman es teh juga penting untuk memahami target pasar kamu.

Apakah menyasar anak muda, pekerja kantoran, atau keluarga? Meskipun pada dasarnya es teh disukai oleh semua kalangan, yang diminum secara original (es teh manis atau tawar), ada pula yang lebih suka rasa teh yang unik.

Baca juga: Pemprov Jabar Jajaki Ekspor Kopi dan Teh ke Filipina

Hal ini dikarenakan setiap segmen pasar memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda. Contohnya, anak muda cenderung menyukai varian rasa unik dan kemasan kekinian.

Jika kamu berjualan di sekitar lingkungan sekolah, biasanya anak kecil suka es teh dengan campuran susu atau cokelat.

Sementara jika kamu berjualan di area perkantoran, biasanya para pekerja kantoran mungkin lebih memilih es teh praktis dengan harga terjangkau, atau es teh dengan campuran rempah-rempah.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Latih Ibu Rumah Tangga Produksi Teh SIJALE

2. Pilih Lokasi yang Strategis

Masih berhubungan dengan tips sebelumnya, selain penting untuk mengenal segmentasi pasar, kamu juga perlu menentukan lokasi yang tepat.

Lokasi adalah salah satu faktor kunci kesuksesan bisnis es teh. Tips untuk menentukan lokasi untuk membuka gerai atau booth es teh misalnya memilih lokasi di area dengan lalu lintas tinggi, seperti dekat sekolah, kampus, perkantoran, pasar, atau tempat wisata.

Jangan lupa untuk perhatikan lokasi mana yang paling potensial untuk menarik minat konsumen untuk membeli minuman segar, misalnya di sekitar taman, lapangan olahraga, atau di tempat-tempat ramai lainnya.

Baca juga: Kedai Es Teh Jaya Abadi, Buktikan Bisnis Minuman Teh Tak Kalah dengan Kopi

3. Ciptakan Inovasi Produk dengan Kualitas

Di tengah persaingan bisnis minuman khususnya es teh yang sangat menjamur ini, inovasi adalah kunci untuk membedakan merek dari kompetitor lain.

Cobalah untuk menghadirkan varian rasa baru, seperti es teh rasa buah (stroberi, mangga, atau lemon), es teh susu, atau teh herbal. Selain itu, tambahkan topping seperti bubble, jelly, atau nata de coco untuk menarik minat pelanggan.

Tak bisa dimungkiri, sebenarnya inovasi seperti itu memang sudah banyak digunakan oleh bisnis es teh saat ini, tetapi kamu bisa bersaing dari segi rasa dan kualitas.

Baca juga: 6 Tips Memulai Bisnis Teh Artisan

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau