Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan yang Sering Ditemui Bisnis Inklusif dan Strategi Mengatasinya

Kompas.com, 3 Desember 2024, 20:00 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Strategi untuk mengatasi tantangan ini tentu saja dengan melakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas kelompok marjinal.

Misalnya dengan memberikan pelatihan teknis untuk meningkatkan keterampilan mereka atau melibatkan ahli atau mentor untuk memberikan bimbingan langsung kepada kelompok.

3. Keterbatasan Modal dan Pembiayaan

Selain itu, banyak bisnis inklusif yang menghadapi tantangan dalam menyediakan modal awal untuk mendukung kelompok marjinal.

Bahkan mungkin dalam beberapa kasus, kelompok marjinal masih sering kali dianggap berisiko tinggi oleh beberapa pihak, terlebih lagi jika dilibatkan ke dalam rantai bisnis.

Hal ini juga membuat beberapa perusahaan atau bisnis kesulitan mengumpulkan modal yang cukup untuk mengembangkan model bisnis inklusif.

Baca juga: Dinas LHK Sumut Berdayakan Masyarakat di Sekitar Hutan Mangrove Lewat UMKM

Salah satu strategi yang bisa dicoba untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan melibatkan mitra-mitra yang memiliki pandangan yang sama. Misalnya melibatkan mitra seperti investor sosial atau bank-bank yang mendukung isu sosial.

4. Adanya Pertentangan Budaya dan Sosial

Beberapa kelompok marjinal mungkin saja berada di daerah-daerah yang masih kuat akan nilai-nilai budaya dan tidak bisa ditentang. Sehingga seringkali di beberapa komunitas, norma budaya atau sosial dapat menjadi penghalang bagi pelaksanaan program bisnis inklusif.

Sebenarnya kembali lagi pada tantangan edukasi dan pengetahuan yang cukup, tantangan terkait pertentangan budaya juga masih bersumber dari pengetahuan yang belum sepaham.

Misalnya, masih ada stereotip gender atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu yang dapat membatasi partisipasi mereka.

Mungkin juga masih ada beberapa kaum marjinal yang justru enggan untuk bergabung ke dalam rantai bisnis karena khawatir akan membawa atau terbawa pengaruh dari luar.

Baca juga: Di Balik Kisah Sukses Du Anyam, Berdayakan Ribuan Mama-mama Flores hingga Produknya Mendunia

Strategi untuk mengatasi tantangan ini tentu saja dimulai dengan pendekatan dan edukasi. Misalnya dengan mengedukasi masyarakat lokal tentang manfaat inklusivitas melalui kampanye atau dialog komunitas.

Menawarkan jalan tengah juga bisa menarik kepercayaan mereka. Misalnya dengan memastikan keterlibatan kelompok marjinal atau komunitas lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan, sehingga program akan sesuai dengan nilai dan norma mereka.

5. Ketahanan terhadap Perubahan

Mengadopsi model bisnis inklusif memerlukan perubahan cara berpikir dan cara kerja, baik oleh perusahaan maupun kaum marjinal itu sendiri. Keduanya tetap sama-sama saling beradaptasi dengan satu skema bisnis.

Baca juga: Menteri UKMKM Dukung PNM Berdayakan 15 Juta Perempuan Pengusaha UMKM

Sayangnya, perubahan ini bukanlah sesuatu yang mudah diterima. Jika perusahaan atau kelompok marjinal tidak mampu menghadapinya dengan baik terhadap perubahan ini, tentu bisa menghambat tercapainya tujuan.

Strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui komunikasi yang efektif. Semua pemangku kepentingan perlu sepaham dan sama-sama berkomitmen untuk mencapai keberhasilan dan inklusivitas jangka panjang.

Itu dia beberapa tantangan yang seringkali terjadi dalam bisnis inklusif dan bagaimana strategi untuk mengatasinya.

Bisnis inklusif memang bukan hal mudah, tetapi bisnis ini bisa menjadi solusi untuk mendorong keberlanjutan, mengurangi ketimpangan sosial, dan berdampak jangka panjang untuk perekonomian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau