Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resesi di Depan Mata, Ini 5 Langkah agar UMKM Bisa Bertahan

Kompas.com, 10 Oktober 2022, 12:41 WIB
Add on Google
Putri Sophia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jurang resesi semakin dekat seiring dengan meningkatnya harga komoditas energi, ancaman inflasi, serta kenaikan suku bunga.

Resesi yang sudah diwanti-wanti oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani ini tentu akan berdampak bagi masyarakat tak terkecuali bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebagai salah satu roda penggerak ekonomi di Indonesia, sektor UMKM perlu siap menghadapi ancaman resesi.

Baca juga: 9 Langkah Cerdas Membuka Bisnis Warung Sembako Dengan Sukses

Maka dari itu, perhatikan langkah-langkah berikut sebagai panduan bagi pelaku UMKM agar bertahan di tengah resesi.

1. Kelola Keuangan dan Dana Darurat

Lesunya kegiatan ekonomi sebagai dampak resesi perlu diantisipasi dengan pengelolaan keuangan dan dana darurat yang baik.

Pengelolaan dana darurat perlu dipersiapkan sehingga apabila omzet menurun, operasional bisnis bisa bertahan dan kewajiban tetap terbayarkan.

2. Adaptasi Bisnis

Resesi tentu merubah kebiasaan konsumen dalam mengeluarkan dananya. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu melakukan adaptasi bisnis.

Adaptasi yang dilakukan bisa mengikuti kebiasaan konsumen yang ada, serta membangun strategi bisnis lain yang efektif di kondisi resesi.

3. Kelola Utang

Di tengah resesi, mungkin hal pertama yang terbesit untuk dilakukan adalah melunasi berbagai utang bisnis agar mengurangi beban.

Melunasi utang memang perlu dilakukan, akan tetapi jika melunasi utang tersebut dapat menghabisi kas yang ada, maka perlu dipertimbangkan lagi.

Fokuslah pada utang yang memiliki bunga tertinggi untuk dilunasi. Hal lain yang perlu dicatat adalah hindari mengajukan pinjaman lain apabila kondisi kas ‘pas-pasan’.

Baca juga: Pemerintah Mendesain Ulang Kebijakan Ekonomi Digital untuk UMKM

4. Evaluasi Bisnis

Selain adaptasi, evaluasi bisnis juga diperlukan agar mengoptimalkan pengeluaran atau kebutuhan bisnis.

Kondisi resesi yang menyulitkan pembiayaan membuat pelaku usaha perlu mengevaluasi bisnis.

Hal ini dilakukan agar bisnis tetap berjalan, contohnya dengan memangkas pengeluaran tidak perlu, membatasi produksi sesuai dengan permintaan, dan membuka alternatif pemasukan lain.

5. Buat Catatan dan Laporan Keuangan yang Baik

Sudah menjadi kewajiban bagi pelaku usaha memiliki catatan dan laporan keuangan yang mumpuni.

Pencatatan dan laporan keuangan ini penting agar pelaku usaha mengetahui kondisi arus kas dan keuangannya.

Dengan mengetahui kondisi arus kas, pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk pengajuan dana, atau membuat keputusan finansial yang baik berdasarkan data.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau